"Kalau ganda bisa terjadi satu hal yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang menodai pemilu itu. Yang ganda ya dibersihkan, ya dicoretkan jadi tunggal, apa susahnya," kata Wiranto di kantor LPSK, Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (6/9/2018).
Seperti diketahui, Koalisi Pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menemukan 25 juta data ganda pada daftar pemilih tetap (DPT). Data hasil temuan itu sudah disampaikan ke KPU pada Rabu (5/6).
Terkait data ganda ini, KPU akan melakukan penyempurnaan DPT hingga Sabtu (15/9). Selanjutnya, KPU akan menggelar penetapan rekapitulasi DPT tingkat nasional hasil perbaikan pada Minggu (16/9) nanti.
Penyempurnaan ini melibatkan Bawaslu, parpol, dan Kemendagri. Selain menyisir data ganda, penyempurnaan DPT ini juga mencari adanya data pemilih yang tak memenuhi syarat.
Penyempurnaan data ini terbagi dua. Pertama, dilakukan di pusat dan dapat langsung dihapus. Kedua, bisa juga diserahkan kepada daerah untuk kembali dilakukan verifikasi.
KPU merilis jumlah DPT lebih dari 185 juta pemilih pada Pemilu 2019. PKS, Gerindra, PAN, dan Partai Demokrat menyatakan menemukan setidaknya 25 juta data ganda dari 137 juta lebih pemilih yang ada di DPS.
Bawaslu juga meminta KPU menunda penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Alasannya, Bawaslu menemukan 131 ribu data pemilih ganda. (ibh/jbr)











































