Laporan dari Mekah

Baru 2 Embarkasi Haji Diberi Layanan Fast Track, Ini Alasannya

Fajar Pratama - detikNews
Selasa, 28 Agu 2018 18:10 WIB
Dua embarkasi haji RI bisa menggunakan fasilitas fast track. Sehingga jemaah tak repot cek imigrasi (Foto: Fuad Fariz/detikcom)
Mekah - Tahun ini, 70 ribu jemaah haji yang berasal dari embarkasi Jakarta Pondok Gede dan Jakarta Bekasi mendapatkan fasilitas fast track. Mengapa tidak semua embarkasi bisa menikmati fasilitas ini?

Pada tahun 2018 ini, ada pemindahan perekaman biometrik untuk kepentingan imigrasi Arab Saudi. Apabila sebelummya perekaman biometrik dilakukan di bandara Jeddah dan Madinah, kini perekaman biometrik dilakukan di embarkasi. Jadi jemaah haji ketika tiba di Madinah atau Jeddah, tinggal melakukan scan satu sidik jari lalu bisa keluar dari bandara.


Khusus untuk embarkasi Jakarta Pondok Gede dan Jakarta Bekasi, mereka sama sekali tidak perlu melakukan pemeriksaan lagi di bandara Saudi karena seluruh proses telah diselesaikan di Indonesia. Fasilitas ini kemudian diberi nama dengan fasilitas fast track.

Mengapa baru Jakarta Pondok Gede dan Jakarta Bekasi? Itu terkait dengan bandara yang digunakan dua embarkasi tersebut yakni Soekarno Hatta. Bandara yang terletak di Cengkareng Tangerang itu memiliki infrastruktur yang lebih siap untuk tahapan pre cleareance saat keberangkatan.


Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali mengatakan dari awal pemerintah meminta agar seluruh embarkasi bisa mendapatkan fasilitas fast track ini. Namun karena kesepakatan baru didapat dalam waktu yang mepet, akhirnya baru embarkasi yang menggunakan Bandara Soetta yang bisa memakai fasilitas fast track.

"Kita mintanya kemarin seluruh embarkasi, tetapi melihat yang pertama keterbatasan waktu yang tidak memungkinkan karena kita baru deal itu bulan Ramadan," ujar Nizar di Syisyah, Mekah, Selasa (28/8/2018).


Faktor kedua, dari sisi staf imigrasi di Arab Saudi juga belum siap untuk seluruh embarkasi. Proses imigrasi ini memang berada dalam otoritas kewenangan Saudi.

"Yang ketiga kesiapan dari embarkasi kita, misalnya embarkasi Solo. Solo belum punya counter imigrasi yang sedemikian besar. Untuk percepatan ini adalah 20 counter, seperti di Bandara Soekarno Hatta. Kalau 5-10 counter itu panjang juga antreannya," ujar Nizar. (fjp/jbr)