DetikNews
Senin 20 Agustus 2018, 17:43 WIB

Kekeringan Landa Maros Sulsel, Warga Berebut Air Bersih

M Bakrie - detikNews
Kekeringan Landa Maros Sulsel, Warga Berebut Air Bersih Foto: Warga berebutan air di Maros (Bakri-detik)
Maros - Sedikitnya empat desa di Kecamatan Bontoa, Maros, Sulawesi Selatan mengalami krisis air bersih akibat kemarau. Warga pun berebutan ketika ada bantuan air bersih.

"Sudah dua bulan kami kesusahan air bersih di sini. Kita kadang terpaksa pakai air empang yang asin untuk kebutuhan mencuci. Untuk minum kami beli air yang dijual di penampungan. Makanya kalau ada bantuan begini kita berebut," kata seorang warga, Saidah, saat diwawancara detikcom di Desa Pajukukang, Bontoa, Maros, Senin (20/8/2018).



Setiap ada bantuan air bersih, warga pun terpaksa saling sikut, hanya untuk mendapatkan jatah air. Tak jarang, banyak dari mereka harus pulang dengan ember kosong karena tak kebagian.

Untuk keperluan air minum dan memasak, warga hanya bisa memperoleh air bersih dengan membeli air galon seharga Rp 2.500 atau dengan membeli air dari penampungan seharga Rp 1.000/ 10 liter. Kondisi inilah yang membuat warga saling berebut, jika ada penyaluran bantuan air bersih dari pihak luar.

Mirisnya, meski kondisi ini sudah berlangsung sejak turun temurun, pemerintah tidak memberikan solusi kepada warga. Hanya ada satu mobil tangki penampungan air yang biasa digunakan untuk melayani kebutuhan air warga.

"Selama ini memang baru satu mobil yang melayani warga. Mobil ini bantuan PNPM. Kalau di sini ada sekitar empat desa yang kondisinya sama. Nah ke depannya, kami akan mengadakan mobil tangki lagi untuk warga gunakan mengambil air bersih," kata Kepala Desa Pajukukang, Saharuddin.



Saharuddin mengaku, Pemerintah Kabupaten sudah memasang pipa untuk penyaluran air bersih ke wilayah pesisir ini. Namun, debit air dari sumbernya tidak mencukupi dan bahkan tidak bisa mengalir sampai ke rumah warga di pesisir. Solusi jangka pendek, kata dia, harus ada penambahan mobil tangki baru.

"Idealnya itu satu mobil satu dusun. Nah kalau itu saya yakin kebutuhan air bersih akan terpenuhi. Tapi itu jangka pendek saja, karena ibaratnya hanya mengobati. Solusinya, harus ada penyulingan air bersih seperti yang ada di pulau-pulau Pangkep," ujarnya.
(rvk/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed