DetikNews
Selasa 14 Agustus 2018, 17:17 WIB

4 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat Dimonim Air Diserahkan ke Keluarga

Jabbar Ramdhani - detikNews
4 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat Dimonim Air Diserahkan ke Keluarga Jenazah korban pesawat Dimonim Air yang berhasil diidentifikasi (Foto: Dok. Polda Papua)
Jakarta - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Papua telah mengidentifikasi empat jenazah korban kecelakaan pesawat Dimonim Air yang jatuh di Pegunungan Bintang. Jenazah keempat korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

"Pada hari ini kami baru bisa menyerahkan empat jenasah dari delapan korban yang meninggal dunia," Wakapolda Papua Brigjen Yakobus Majuki lewat keterangan tertulisnya, Selasa (14/8/2018).


Setelah diidentifikasi, jenazah diserahkan kepada pihak keluargaSetelah diidentifikasi, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga (Foto: Dok. Polda Papua)

Keempat jenazah yang telah diidentifikasi adalah pilot Sufuve Leslie William, kopilot I Wayan Sugiarta, dan dua orang penumpang yakni Jamaludin R dan Martina Urobmabin. Keempat jenazah berhasil diidentifikasi menggunakan data primer dan sekunder yang melekat pada korban.

"Dari empat korban yang teridentifikasi, dua korban bisa dilihat dari data primer. Data primer itu bisa sidik jari, gigi bisa juga DNA. Jika ketiga data ini tidak ada, kita juga bisa menggunakan data sekunder bisa properti, fotografi, atau medical record, minimal harus 2 kita bisa mengidentifikasi jenazah tersebut," ungkap Yakobus.

Pihak Polda Papua saat ini masih membutuhkan data pembanding untuk kelanjutan proses identifikasi empat korban lainnya. Hal ini untuk mencocokkan data postmortem dan antemortem. Selain itu masih ada data sekunder yang kurang untuk mendukung identifikasi ini.


"Untuk kantong jenazah lain, belum bisa teridentifikasi kita hanya confirm data postmortem dan antemortem match. Ini yang kurang adalah data pembandingnya yang belum ada, memang ada satu jenazah yang fotografinya oke, namun baru satu data, harus ada dua, dan kita masih menunggu pembandingnya, dan itu dari pihak keluarga, yang belum ada," kata Kabiddokkes Polda Papua Kombes Ramon Anima.

Jumaidi masih dirawat di RS BhayangkaraJumaidi, korban selamat, masih dirawat di RS Bhayangkara (Foto: Dok. Polda Papua)

Kepolisian kemudian menyerahkan jenazah ke pihak maskapai, Dimonim Air. Pihak maskapai menyatakan akan menanggung akomodasi dan transportasi untuk pengiriman jenazah.

Sementara itu, kondisi penumpang yang selamat, Jumaidi (12), sudah membaik. Jumaidi yang dirawat di RS Bhayangkara Papua telah dioperasi. Saat ini, dia sudah bisa berkomunikasi.


"Setelah kita observasi selama 24 jam, ada penurunan hemoglobin, ada peregangan perut dan kita lakukan pemeriksaan ada perobekan di limpa. Kita telah melakukan operasi untuk menghentikan peregangan, yang mana perobekan limpa dikarenakan benturan dan saat ini sudah bisa berkomunikasi," kata Kepala RS Bhayangkara AKBP Heri.

Pesawat Dimonim Air PK HVQ menghantam Gunung Megu, Pegunungan Bintang, Papua, pada Sabtu (11/8) lalu. Kapal tersebut hendak mendarat di Bandara Oksibil. Satu orang selamat dari peristiwa ini yakni Jumaidi (12) yang melompat keluar dari pesawat sesaat sebelum pesawat menghantam daratan.
(jbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed