DetikNews
Minggu 24 Juni 2018, 18:27 WIB

Gerindra Minta KPU Copot Eks Pengurus Projo yang Jadi Komisioner KPUD

Aditya Mardiastuti - detikNews
Gerindra Minta KPU Copot Eks Pengurus Projo yang Jadi Komisioner KPUD Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade (Foto: Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Gerindra terus menyoal anggota kelompok pendukung Jokowi, Projo, yang menjadi anggota tim seleksi (timsel) dan komisioner KPUD di Sumatera Barat. Gerindra minta anggota timsel dan komisioner KPUD Sumatera Barat itu dicopot.

"Ini kan KPU bantah itu bukan anggota Projo, tapi Projo mengatakan anggota lalu mundur untuk menjadi komisioner. Jadi menunjukkan KPU tidak teliti dan cenderung berpihak harusnya diinvestigasi dulu," kata Anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade lewat pesan singkat, Minggu (24/6/2018).


Andre mengatakan KPU seharusnya memiliki alat seleksi dan tidak main tunjuk. Dia berharap KPU bisa independen dalam Pilkada ini.

"Kalau maling ngaku penjara penuh, harusnya KPU punya alat seleksi, jangan asal tunjuk, bukan Projo, ternyata ketuanya mengaku Projo yang mengundurkan diri. Kita minta KPU RI bersikap independen, kalau tidak ditindak kami siap laporkan," tegasnya.


Andre menuding 'kebetulan' itu disengaja. Dia pun mempertanyakan independensi KPU soal pengangkatan tersebut.

"Ini kan kita mau pemilu yang bersih, jujur,adil, yang bersangkutan pengurus Projo, ada yang panitia seleksi kan luar baisa. Dalam ilmu intelijen itu nggak ada kebetulan yang kebetulan. Panitia seleksinya adalah Ketua Projo Pariaman, yang terpilih komisioner KPUDnya sekretaris Projonya," ujarnya.

"Lalu KPU nggak kok sudah diklarifikasi, lalu Ketua Projonya ya tapi sudah mundur. Ini kan ada kebohongan publik. Ada dua pertanyaan kepada KPU tidak teliti dari awal atau KPU berpihak kalau kami melihat pernyataan saudara Ari Budi," urainya.


Andre pun menuding langkah ini sebagai strategi Jokowi untuk meraih kemenangan di Sumatera Barat yang pada Pilpres 2014 didominasi pemilih Prabowo Subianto.

"KPU menutup mata sedari awal, dari ramai viral, kalau tidak ada respons tindakan konkret dilaporkan ke Bawaslu dan DKPP. Ya dicopot dan diinvestigasi dong, kenapa KPU bisa angkat orang Projo lalu timselnya orang Projo juga. Kan luar biasa ini kan sudah perencanaan, ada dugaan direncanakan," ujarnya.

"2014 Jokowi kalah telak di Sumbar. Ini provinsi yang Jokowi paling kalah telak," sambung Andre.

Sebelumnya, KPU sudah mengklarifikasi anggota timsel dan komisioner KPUD di Sumatera Barat yang dituding sebagai anggota kelompok Jokowi yaitu Projo. Mereka mengaku bukan anggota Projo.

"Itu sudah kita klarifikasi kemarin. Bukan, pengakuan dia bukan (anggota Projo)," kata Ketua KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (24/6).

Sementara itu, Ketua Projo Budi Arie Setiadi menyebut orang tersebut sebelumnya memang pengurus Projo, namun sudah mundur sebelum jadi komisioner KPUD.

"Yang bersangkutan sudah mengundurkan diri. Kami paham aturan. Saya sudah sampaikan kepada seluruh pengurus PROJO di seluruh Indonesia agar kader dan pengurus Projo yang ingin menjadi komisioner KPU harus mengundurkan diri," kata Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dalam keterangannya, Minggu (24/6).

Anggota timsel anggota KPUD untuk Kota Padang Panjang dan Kota Pariaman yang dipermasalahkan Gerindra bernama Taufik. Sementara itu, ada pula Ory Sativa Syakban yang duduk sebagai anggota KPU Kabupaten Pariaman. Di situs Projo, Ketua DPC Projo Kota Pariaman dijabat oleh Taufik sementara Sekretaris dijabat oleh Ory Sativa Sakban.


(ams/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed