DetikNews
Kamis 14 Juni 2018, 11:32 WIB

Akun @LawanPolitikJKW Di-suspend, Istana: Jangan Baper dan Curiga

Jabbar Ramdhani - detikNews
Akun @LawanPolitikJKW Di-suspend, Istana: Jangan Baper dan Curiga Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Sejumlah akun Twitter, termasuk @LawanPolitikJKW milik Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, dibekukan (suspend). Beberapa pihak menunjuk pemerintah dan Twitter sebagai pihak yang harus bertanggung jawab.

Terkait hal ini, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin meminta segenap pihak menahan diri. Dia meminta mereka tak asal menuduh.

"Tidak usah saling menilai, jangan baper-lah. Jadi tidak mudah menaruh curiga, tak mudah cepat menilai. Karena teman-teman juga pernah merasakan bagaimana orang sedang berpuasa. Jadi jangan cepat-cepat memberi penilaian yang tak enak," ujar Ngabalin saat dihubungi, Kamis (14/6/2018).


Ngabalin menyinggung soal hari raya Idul Fitri yang akan jatuh pada Jumat (15/6) besok. Dia meminta segenap pihak berprasangka baik. Menurutnya, positive thinking penting dan ciri-ciri politik yang beradab.

Ngabalin juga meminta pihak-pihak yang menuding pemerintah itu mengkritik menggunakan data. Kritik yang baik juga mesti disertai data dan kepastian yang akurat.


"Memang butuh kepastian yang akurat. Butuh kepastian yang kuat prasangka soal penilaian terhadap semua pandangan yang ditujukan kepada pemerintah," ucap Ngabalin.

Dia mengatakan pemerintah tak mengurusi akun-akun Twitter yang mengkritik pemerintah. Dia mengatakan pemerintah butuh kritik untuk sarana evaluasi dan kontrol kinerja.


Sama dengan yang diungkapkan Menkominfo, kata Ngabalin, pemerintah tak meminta Twitter membekukan akun-akun tersebut. Dia meminta pihak-pihak tersebut tak menuding pemerintah hanya atas dasar prasangka buruk.

"Tidak ada. Sama sekali tidak ada (permintaan suspend). Jadi jangan berprasangka buruk. Belum apa-apa. Ini kan Jokowi baru berapa tahun. Rakyat Indonesia kan juga sedang tenang-tenangnya," ungkapnya.


Simak video Fadli Zon: Twitter Jangan Jadi Kaki Tangan Penguasa
(jbr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed