DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 21:49 WIB

Polisi Beberkan Fakta-fakta Pembacokan Aric di Bekasi

Isal Mawardi - detikNews
Polisi Beberkan Fakta-fakta Pembacokan Aric di Bekasi Foto: Barang bukti celurit yang diamankan yang diperlihatkan polisi (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta - Polisi mengungkap kasus pembacokan Aric Saifuloh (17) dan rekannya, Indra (17). Dari hasil penyelidikan, ada beberapa fakta yang berbeda dengan pengakuan korban.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, pihaknya menerima dua laporan peristiwa yang terjadi pada Rabu 23 Mei 2018 dini hari. Salah satu laporan dari pihak rumah sakit berkaitan dengan adanya 2 orang luka bacok, yang mana satu di antaranya meninggal dunia.

"Nah pada saat yang sama malam itu juga ada laporan ke Polres dan laporan di Polsek Bekasi Utara. Laporannya ialah kejadian yang hampir mirip dan setelah dilakukan penyelidikan, ternyata itu ada hubungannya (antara kedua laporan tersebut)," terang Indarto kepada wartawan di kantornya, Jalan Pramuka, Kota Bekasi, Jumat (25/5/2018).

Polisi kemudian melakukan rekonstruksi atas kedua laporan tersebut. Laporan pertama yakni dari saksi AR (20) dan MIB (19) di Polres Metro Bekasi Kota.


Dari keterangan kedua orang tersebut terungkap fakta sesungguhnya berkaitan dengan kematian Aric. Berikut fakta-faktanya:

1. Aric Merampas HP di Summarecon

Cerita diawali ketika pada Seasa 22 Mei 2018 pukul 23.00 WIB, AR dan MIB sedang nongkrong di alun-alun Kota Bekasi. Selanjutnya keduanya bergeser ke Jembatan Summarecon, sekitar pukul 01.00 WIB.

"Di sana mereka berdua (AR dan MIB) foto-foto. Ketika mereka berdua foto-fotoan, datanglah saudara AS (Aric) dan saudara IY (Indra)," kata Indarto.

Versi polisi, Aric saat itu membawa celurit dan langsung mendekati AR dan MIB. Aric, menurutnya, memaksa keduanya untuk menyerahkan ponsel kepadanya.

"Setelah diserahkan, lalu AS datang lagi ke satunya, si MIB 'mana handphonemu!', namun dia (MIB) nggak mau memberikan handphonenya, lalu (MIB) dibacok karena nggak mau menyerahkan handphone," lanjutnya.


2. MIB Melawan Balik

Ketika diserang Aric, MIB saat itu menangkis serangan Aric. Mereka kemudian berkelahi, hingga akhirnya MIB menguasai celurit yang sebelumnya dipegang Aric.

"Sehingga celurit dari saydara AS ini direbut oleh MIB. lalu dibacoklah (Aric) berkali-kali, tapi (Aric) masih bisa bangun langsung mau melarikan diri," kata Indarto.

Namun, sebelum Aric dan Indra melarikan diri, MIB meminta ponsel temannya AR.

"Karena handphone kawanya ini masih dibawa pelaku (Aric), maka (MIB) teriak 'mana handphone teman saya', baru diberikan handphone nya (AR). dan meraka (AS dan IY) kabur," lanjutnya.

Aric meninggal di RS Anna Medika atas kejadian itu. Sementara Indra mengalami luka-luka.

"Lalu orang dua ini (MIB dan AS) yang selfie-selfie-an tadi, bawa motor, celurit dan topi pelaku dibawa ke sini (Polres Metro Bekasi Kota). Dia (MIB) juga dalam kondisi terluka," imbuhnya.


3. Korban Bacok Pelaku Curas

Indarto mengatakan, salah satu korban bacok diduga pelaku pencurian dengan kekerasan.

"Jadi sudah kami telusuri, memang background dari saudara IY (Indra) adalah pelaku curas. IY sekarang luka parah," sambunnya.

Indra pernah ditahan polisi pada Maret 2018 lalu. Indarto menyebut Indra terlibat aksi begal.

"Pada bulan Maret itu pernah ditahan oleh anggota kami karena melakukan perampokan satu motor dan satu handphone. Bahkan dalam pengakuannya dia telah melakukan beberapa kali curas juga, tapi pada saat itu dia (IY) terpaksa ditangguhkan karena korban-korbannya ini belum ketemu. Jadi memang pelaku curas si IY ini," paparnya.


4. Teman Aric Akui Kebohongannya

Dari hasil penyelidikan itu, terungkap fakta-fakta peristiwa pembacokan Aric dan Indra. Indra pada akhirnya mengakui telah merekayasa kejadian 'begal' terhadap dirinya dan Aric itu.

"Celurit (barang bukti) ini merupakan milik pelaku yang dibawa korban curas (MIB) ke sini (kantor polisi). Sudah kita konfirmasi, betul oleh saksi kepada IY, bahwa clurit punya AS yang meninggal, motornya juga benar punya pelaku (AS)," bebernya.

Indra juga disebut berbohong soal lokasi kejadian pembacokan. Sebelumnya, disebut kejadian di Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, di depan Universitas Bhayangkara.

"(Lokasi kejadian) hanya satu. Jadi laporan pertama itu bohong, laporan si IY itu bohong. Setelah dikonfirmasi tadi malam, kita rekontruksi, dia (IY) mengakui, IY mengakui bahwa lokasinya di Jembatan Summarecon," tuturnya.


Indarto menegaskan, tidak ada kejadian berkaitan pembacokan di depan Universitas Bhayangkara.

"Kasus di Ubara (Univ Bhayangkara) itu nggak ada, itu rekan dari IY untuk mengkamuflase dan membohongi bahwa dirinya merampok. Tadi malam sudah ngaku dia 'iya pak benar di Summarecon (kejadiannya)', jadi nggak ada kejadian di Ubara," terangnya.
(mei/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed