Menkum HAM: Tak Ada Persiapan Khusus Eksekusi Novanto ke Sukamiskin

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 04 Mei 2018 10:23 WIB
Lapas Sukamiskin Bandung (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Mantan Ketua DPR Setya Novanto hari ini akan dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin di Bandung. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan tidak ada persiapan khusus terkait eksekusi Novanto.

"Nggak ada, semua orang sama. Nggak ada persiapan-persiapan khusus," ujar Yasonna di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2018).

Yasonna mengatakan Kemenkum HAM sudah punya prosedur tetap (protap) dan standard operational procedure (SOP) untuk dijalankan. Tidak ada keistimewaan bagi siapapun, termasuk Novanto.


"Nggak ada yang istimewalah pokoknya," katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utama. Sri Puguh juga menegaskan tidak ada keistimewaan untuk Novanto, termasuk persoalan kamar yang akan dihuni.

"Kamar selalu tersedia untuk semua. Di lapas ada kamar, untuk proses tahap pertama, kedua dan seterusnya. Jadi disediakan untuk siapa saja termasuk untuk beliau (Novanto)," ujarnya.


Dia juga menegaskan tidak ada pengawalan khusus untuk Novanto. Semuanya, kata Sri Puguh, dilakukan sesuai dengan aturan yang ada.

"Yakinlah akan berlaku sebagaimana mandat yang ditetapkan dan kami akan menjalankan itu," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, KPK akan mengeksekusi Setya Novanto siang ini. Terpidana kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP itu segera menghuni Lapas Sukamiskin.


"Jumat siang ini direncanakan akan dilakukan proses eksekusi terhadap Setya Novanto ke Lapas Sukamiskin," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah memberi konfirmasi, Jumat (4/5).

Menurut Febri, sesuai putusan pengadilan Tipikor, Novanto akan menjalani hukuman 15 tahun penjara, dipotong masa tahanan. Novanto juga didenda Rp 500 juta subsider subsider 6 bulan kurungan. Novanto juga dihukum membayar uang pengganti USD 7,3 juta yang dikurangi uang Rp 5 miliar yang dikembalikan ke K

Novanto sendiri juga mengaku siap menghuni Lapas Sukamiskin di Bandung. Novanto malah menyebut Lapas Sukamiskin seperti pesantren.


"Di Sukamiskin, ini saya mulai dari anak kos, saya akan ke pesantren. Saya akan banyak belajar berdoa, berdoa, dan tentu saya jadi masyarakat biasa," tutur Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (3/5) kemarin.

Novanto memang sebelumnya kerap menyebut rumah tahanan (rutan) KPK yang dihuninya saat ini sebagai kos-kosan. Begitu hukumannya berkekuatan hukum tetap maka Novanto akan dieksekusi ke Lapas Sukamiskin, yang dianggap Novanto sebagai pesantren.

"Saya kalau lihat di pengadilan mungkin saya tidak mendapat keadilan, tapi keadilan di Allah tentu masih ada," imbuh Novanto. (jbr/rvk)