Polisi Tunggu Hasil Investigasi Old City Sebelum Lapor ke Sandi

Nur Azizah - detikNews
Kamis, 26 Apr 2018 11:52 WIB
Foto: Nur Azizah/detikcom
Foto: Nur Azizah/detikcom
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta bersurat ke Kapolres Jakarta Barat dan Kapolsek Tambora, meminta laporan hasil investigasi terkait Diskotek Old City. Sampai saat ini polisi belum memberikan laporan baik secara lisan maupun tulisan ke Pemprov DKI.

"Iya betul, tapi kami belum menjawab. Kami tunggu selesai dulu, karena kami tidak mau memberikan keterangan yang salah," kata Kapolsek Tambora Kompol Iver Manossoh saat ditemui detikcom di kantornya, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (26/4/2018).

Iver mengatakan, pihaknya sangat berhati-hati dalam menangani kasus ditemukannya pengunjung yang positif mengonsumsi narkoba itu. Polisi tidak mau sembarangan membuat laporan karena menyangkut nasib karyawan Old City.

"Karena ini kan menyangkut nasib orang lain dan pengelola juga. Kalau saya terburu-buru menjawab, penyelidikan belum maksimal, nanti salah lagi kan. Jadi penyelidikan saya harus maksimal dulu, nggak boleh salah," terang dia.


Dalam surat tersebut, Pempprov DKI, kata Iver, meminta polisi untuk menjelaskan kasus di Old City. "Ya menjawab kasusnya, bagaimana kasusnya, minta perkembanganlah," ucapnya.

Sejauh penyelidikan, polisi hanya menemukan bukti penggunaan narkotika seorang pengunjung bernama Frengky Bata. Frengky sendiri mengaku membeli narkoba itu di luar Old City.

"Menurut pengakuan dia (Frengky), sabu pakai di luar, inex-nya dipakai saat dia duduk di dalam (Old City)," ungkapnya.


Meski demikian, polisi belum memberikan laporan kepada Pemprov DKI Jakarta terkait kasus itu. Kalau pun sudah ada kesimpulan mengenai kasus itu, polisi tidak akan memberikan rekomendasi apa pun ke Pemprov DKI Jakarta terkait tindak lanjutnya terhadap Old City.

"Nggak, kita nggak ada rekomendasi apa-apa. Kita hanya memberi informasi, tidak membesar-besarkan masalah, kami sampaikan apa adanya. Biarlah penyelidikan ini maksimal, biar bisa kita jawab (suratnya) apa adanya," tuturnya.

(mea/mea)