DetikNews
Kamis 19 April 2018, 11:03 WIB

Terus Bergerak, Donasi Jembatan Putus Siang Ini Terkumpul Rp 37 Juta

Jabbar Ramdhani - detikNews
Terus Bergerak, Donasi Jembatan Putus Siang Ini Terkumpul Rp 37 Juta Siswa SD menaiki ban untuk menyeberang sungai. Dia ditarik oleh siswa lainnya. (Foto: Moehammad Bakrie/detikcom)
Jakarta - Siswa-siswi yang tinggal di Dusun Damma, Desa Bonto Matinggi, Sulawesi Selatan, mesti berenang untuk menyeberangi sungai yang deras karena tak ada jembatan. Kondisi ini membahayakan para siswa.

detikcom mendatangi lokasi tersebut pada Minggu (8/4) lalu. Beberapa siswa baru saja pulang dari sekolah. Mereka menyeberangi sungai menggunakan sebuah ban yang ditarik siswa lainnya.


Karena hanya ada satu, ban tersebut hanya boleh dinaiki siswa SD dan pelajar perempuan. Beberapa siswa lain berenang sambil mengangkat tasnya dengan satu tangan. Ada di antara mereka yang terseret arus hingga beberapa meter dari tempat awal mereka renang.

Kehadiran jembatan betul-betul dibutuhkan warga. Pernah ada seorang ibu yang membawa 2 anaknya yang terseret air. Mereka ditemukan tewas.

Karena tak ada jembatan, para siswa mesti menyeberangi derasnya arus sungai Karena tak ada jembatan, para siswa mesti menyeberangi derasnya arus sungai (Foto: Mohammad Bakrie/detikcom)

Seorang warga juga pernah dimakamkan tanpa disalati terlebih dahulu. Sebab, pemuka agama tak dapat menyeberang sungai yang deras.


Pembangunan jembatan di lokasi ini sudah dilakukan sejak 2015. Namun, hingga hari ini belum selesai. Pembangunan jembatan terhambat karena tak tersedianya tali jembatan.

Ketua DPRD Maros Chaidir Syam dan Bupati Maros Hatta Rahman ikut saweran menyumbang material bahan bangunan. Pemda berjanji akan menyelesaikan pembangunan itu.

"Beliau (bupati) akan berpartisipasi akan membantu. Pada intinya, Bupati, insyaallah, dia akan menyelesaikan," kata Chaidir saat berbincang dengan detikcom, Rabu (18/4) kemarin.


Siswi menyeberangi sungai dengan menaiki banSiswi menyeberangi sungai dengan menaiki ban (Foto: Mohammad Bakrie/detikcom)

"Kita terbuka untuk bantuan (dari mana pun). Tidak ada masalah," lanjut Chaidir.

detikcom juga mengajak para pembaca untuk ikut berkontribusi membangun jembatan Maros bersama-sama. Lewat situs kitabisa.com, dikumpulkan dana dengan target Rp 200 juta untuk membangun jembatan.

Pada Kamis (19/4/2018) pukul 10.36 WIB, terpantau sudah ada dana terkumpul sebesar Rp 37.061.411 yang berasal dari 152 donatur.


Donasi diberikan dengan nominal beragam dari Rp 10.000 hingga Rp 5 juta. Masih dibutuhkan dana sebanyak Rp 163 juta lagi untuk membangun jembatan di Maros.

Yuk, bersama kita bantu warga dan para siswa di Dusun Damma!



(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed