Belajar dari Irma, Gadis Geulis Penambal Ban yang Juara Sekolah

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 09 Apr 2018 20:32 WIB
Irma si penambal ban menunjukkan sertifikat prestasinya. (Hakim Ghani/detikcom)
Garut - Kisah Irma Tri Resmiawati (23) gadis penambal ban asal Garut ramai diperbincangkan di media sosial lantaran pilihan pekerjaannya itu tak awam di kalangan perempuan. Tak hanya itu, parasnya yang manis dan keuletannya bekerja juga menarik simpati.

Irma rupanya tak hanya mahir menambal ban. Gadis asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, itu juga berprestasi dan memiliki nilai Ujian Nasional (UN) terbaik di sekolahnya.


Irma merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Ma'arif, Cicalengka, Bandung. Ia mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Dia lulus pada 2013 dan mendapatkan nilai UN terbaik dibanding teman-temannya.

"Alhamdulillah dulu UN peringkat satu di sekolah. Nilai rata-rata 8,7. Kalau rincian nilainya bahasa Indonesia 8,80, bahasa Inggris 8,80, matematika 6,75 sama kompetensi keahlian 8,65," kata Irma saat berbincang dengan detikcom di lapak tambal bannya, Jalan KH Hasan Arif, Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, Senin (09/04/18).

Irma pun menunjukkan sertifikat yang diberikan sekolah kepadanya. Dalam sertifikat warna cokelat itu dijelaskan Irma adalah juara umum UN di SMK Ma'arif, Cicalengka, dengan nilai rata-rata 8,7.

Irma sudah dua tahun melakoni pekerjaan sebagai penambal ban. Sebelum bekerja sebagai penambal ban, Irma sempat bekerja sebagai guru les bahasa Inggris dan matematika untuk anak-anak sekolah dasar.
Irma dengan cekatan menambal banIrma dengan cekatan menambal ban. (Hakim Ghani/detikcom)
Irma tak pernah berkecil hati dengan pekerjaannya sebagai penambal ban. Dia pun masih memiliki mimpi menjadi pelaut dan bekerja di kapal pesiar. Dia ingin bisa berkeliling dunia dan membanggakan kedua orang tuanya.

"Saya ingin banggakan kedua orang tua saya, biar tidak dipandang rendah. Saya ingin menunjukkan, anak tukang tambal ban bisa menggapai cita-citanya," ucap Irma.

Pekerjaan yang dilakoninya untuk membantu orang tuanya itu pun tak membuatnya malu. Malah menjadi pelecut semangat untuk mewujudkan cita-citanya.

"Itu (cita-cita) yang mendorong saya untuk kuliah. Setahun belakangan saya menabung buat bisa kuliah," ungkapnya.

"Tapi apa pun profesinya, yang penting saya ingin buat orang tua saya bangga dan bahagia. Saya ingin bantu mereka," sambung Irma.


Sang ayah Baban Rusmana (60) pun sudah melarang Irma menambal ban. Namun kondisi ekonomi membuatnya terpaksa memberikan izin.

Baban pun heran bagaimana anak gadisnya bisa cekatan menambal ban. Kini Baban hanya bisa mendoakan anak gadisnya iu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak di kemudian hari.

"Ya mudah-mudahan dapat kerja yang layak. Alhamdulillah Irma nilainya dulu di sekolah selalu bagus. Pas SMA juga pernah juara satu nilainya," ujar Baban. (ams/hri)