DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 07:11 WIB

Harimau Bonita Kembali ke Rumah, Bagaimana Kabar Perburuan?

Elza Astari Retaduari - detikNews
Harimau Bonita Kembali ke Rumah, Bagaimana Kabar Perburuan? Harimau Bonita. (Foto: Dok. BBKSDA Riau).
Pekanbaru - Harimau liar Bonita kini sudah kembali ke wilayah yang merupakan habitatnya. Hanya saja belum diketahui perburuan harimau Bonita masih akan dilanjutkan atau tidak.

Sudah sekitar dua bulan harimau Bonita berkeliaran di perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP), Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Kehadiran harimau Bonita meneror warga.

Harimau Bonita telah menyerang dua orang hingga tewas. Korban pertama adalah Jumiati pada 3 Januari 2018. Selanjutnya, Yusri tewas diserang pada 10 Maret 2018.

Sejak terjadi konflik tersebut, tim berusaha menangkap Bonita. Dua bulan lamanya, upaya itu selalu gagal.


Berbagai cara dilakukan oleh tim gabungan, termasuk menembak bius sang satwa dilindungi itu. Warga sangat gelisah karena takut akan kehadiran harimau Bonita. Tak hanya menyerang warga, harimau Bonita juga sempat mengincar hewan ternak di permukiman.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akhirnya memutuskan dilakukan penembakan bius. Sempat kena tembakan bius, namun Bonita berhasil kabur.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menjelaskan, ada 54 orang yang tergabung dalam tim terpadu, yang dikerahkan untuk menangkap Bonita. Tim Rescue Terpadu itu terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Pemerintahan Daerah Kabupten Inhil, Polres Inhil, Kodim Inhil, Yayaan Asari, WWF, PKHS, Veswick, PT TH Indo Plantation, PT Arara Abadi, dan masyarakat Dusun Sinar Danau Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Harimau Bonita ditembak bius di hari ke-73 upaya penangkapan Phantera Tigris Sumatrae tersebut, yakni pada Jumat (16/3) lalu. Suasana mencekam sempat terjadi saat tim berusaha melumpuhkan Bonita.


Upaya penembakan bius terhadap harimau Bonita tidaklah mudah. Selain sulitnya menemukan harimau betina itu, kondisi medan yang sulit dan berlumpur serta minimnya penerangan menjadi kendala.

Meski kena tembakan bius, harimau Bonita sempat menghilang tidak diketahui berada di mana. Namun di tengah upaya pencarian tim, harimau Bonita kembali muncul di balik semak pada Sabtu (17/3). Posisi Bonita tak jauh dari mobil tim yang terpuruk lumpur dalam upaya pencarian.

"Regu 1 dan Regu 3 berhasil mengevakuasi Regu 2 yang terkurung di mobil dan tidak berani turun karena kondisi di sekitar gelap gulita. Sedangkan harimau Bonita terakhir terpantau sangat dekat dengan kendaraan yang terpuruk di dalam lumpur tersebut," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Minggu (18/3).

Keadaan harimau Bonita mulai terpantau pada Minggu (18/3) sore hari di areal perkebunan sawit di antara blok 62 dan 63. Hingga pukul 22.00 WIB, harimau Bonita masih tetap terpantau di lokasi.


Saat itu, tim memberikan umpan kambing. Usaha tersebut berhasil. Harimau Bonita menyantap umpan di tengah pengejaran.

"Umpan kambing yang kami ikat di perkebunan sawit Blok 62 dipastikan dimakan Bonita. Kambing itu hanya tersisa bagian kepalanya saja, selebihnya habis dimakan. Umpan kambing yang dimakan itu bukan yang ada di dalam box trap, melainkan umpan kambing yang kami ikat di kebun sawit," jelas Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Haryono, Minggu (18/3).

Kemudian pada Senin (19/3), harimau Bonita terpantau masih berkeliaran di perkebunan sawit. Harimau Bonita tak jauh dari lokasi penembakan bius sebelumnya hingga Selasa (20/3).

Harimau Bonita sempat menghilang dari lokasi perkebunan. Saat dilacak, Harimau Bonita juga terlihat mulai meninggalkan lokasi perkebunan sawit menuju perbatasan hutan green belt.

Hingga akhirnya pada Rabu (21/3), Harimau Bonita diketahui berada di green belt yang berada di seberang sungai perkebunan sawit. Kawasan green belt merupakan 'rumah' Bonita selama ini.

"Awalnya terpantau di kebun sawit Blok 62, 63. Tapi sekarang Bonita sudah bergeser ke kawasan hutan (green belt). Menuju ke sana, Bonita menyeberang sungai yang lebarnya sekitar 8 meter," ungkap Kepala Bidang Wilayah I, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Mulyo Hutomo kepada detikcom, Rabu (21/3).


Hutomo menjelaskan harimau Bonita sebelumnya terpantau berpindah ke blok 68 sampai dengan perbatasan kebun sawit dengan kawasan green belt. Dari sana, harimau Bonita diperkirakan masuk ke dalam kawasan hutan.

"Jadi Bonita kini kembali ke rumahnya (green belt). Itu memang habitatnya, jadi kembali ke sana," kata Hutomo.

Masih menurut Hutomo, masyarakat juga ada sempat menyaksikan harimau Bonita minum di aliran sungai itu.

Belum diketahui apakah perburuan masih akan dilanjutkan usai harimau Bonita kembali ke 'rumahnya'. Tim masih terus memastikan agar harimau Bonita tak kembali berkeliaran di permukiman warga.

"Tim saat ini berada di rumah Pak Edy namanya yang lokasi perbatasan antara kebun sawit dengan green belt yang juga berbatasan dengan perkampungan. Satu regu di sana agar pergerakan Bonita jangan sampai memasuki perkampungan lagi," sebut Hutomo.
(elz/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +