DetikNews
Selasa 20 Maret 2018, 20:20 WIB

Polisi: Meterai Palsu Paling Banyak Beredar di Sulsel

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Polisi: Meterai Palsu Paling Banyak Beredar di Sulsel Foto: Kanavino/detikcom
Jakarta - Ribuan meterai palsu yang disita Polda Metro Jaya beredar di sejumlah daerah. Paling banyak meterai palsu itu beredar di Sulawesi Utara.

"(Beredarnya) sudah se-Indonesia. Kebetulan kami dari Jakarta yang memulai awal. Namun pihak Direktorat Jenderal Pajak sudah melakukan pengawasan di daerah Sulawesi Selatan, Makassar, di sana besar sekali, Palu dan Manado," kata Kasubdit Fismondev Ditkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Sandy Hermawan di Mapolda Metro, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Selain di Jakarta, sindikat ini beraksi di daerah-daerah tersebut. Di Jakarta, polisi telah menangkap delapan tersangka pemalsuan meterai. Tiga orang lainnya sedang diburu oleh polisi.

Selain itu, Sandy mengatakan, para pelaku belajar secara autodidak untuk memalsukan meterai. Menurut Sandy, dari delapan tersangka yang telah ditangkap, ada juga yang merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama.

"Mereka pemain pemalsuan, kami temukan juga ada STNK-BPKB palsu dan ada buku tabungan BCA," jelas dia.

Dia menuturkan pelaku memalsukan meterai untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Salah satunya digunakan untuk membayar DP rumah.

"Mereka selama setahun sudah beli rumah Rp 1 miliar dengan DP Rp 300 juta. Mobil ada satu lagi yang belum kita dapat," tuturnya.

Polisi dan Ditjen Pajak telah menangkap delapan tersangka, yaitu D, H, IS, AS, AF, AT, PA, dan ZF. Kedelapan tersangka itu diduga menjual meterai palsu secara online dan ke toko-toko kelontong. Polisi saat ini masih memburu tiga orang lain yang diduga berperan sebagai pembuat meterai palsu tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 13 Undang-Undang No 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai juncto Pasal 253 KUHP juncto Pasal 257 KUHP dan/atau Pasal 3, 4, dan 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
(knv/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed