DetikNews
Senin 19 Maret 2018, 13:22 WIB

Dalami Kasus Hacker Surabaya Black Hat, Polri Gandeng FBI-Interpol

Yulida Medistiara - detikNews
Dalami Kasus Hacker Surabaya Black Hat, Polri Gandeng FBI-Interpol Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Polisi membentuk dua tim untuk menangani kasus peretasan kelompok Surabaya Black Hat. Selain itu polisi juga bekerja sama dengan FBI untuk menangani kasus.

"Sekarang masih ditangani Polda Metro Jata dari Ditreskrimsus sedang dikembangkan. Ini buat dua tim, satu tim untuk proses yang sudah ada, satu tim lagi untuk mengembangkan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di kantornya, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (19/3/2018).


Selain itu polisi juga bekerja sama dengan FBI dan interpol. Seperti diketahui hacker Surabaya Black Hat melakukan peretasan situs di 42 negara.

"Ini bekerja sama dengan FBI, Interpol untuk mengembangkan kasus yang sudah ada lebih jauh lagi. Moga-moga ada hasil nanti kita sampaikan," kata Setyo.


Saat ini polisi masih melakukan pengembangan untuk mencari tersangka lainnya.

"Tersangka lain tidak menutup kemungkinan karena masih pengembangan. Yang sudah ada kita proses dulu. Yang lain tunggu perkembangan kalau memenuhi unsur untuk diproses, kita proses," ujar Setyo.


Seperti diketahui, tiga dari enam pelaku ditangkap di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (11/3) kemarin. Mereka telah meretas ribuan sistem, website, maupun data perusahaan dan instansi pemerintahan.

Tidak hanya di Indonesia, mereka juga meretas sistem pemerintahan di luar negeri. Ada 42 negara yang diretas komunitas Surabaya Black Hat ini. Dari hasil 'memeras' perusahaan dengan cara merusak sistem website perusahaan itu, dia mendapatkan uang hingga ribuan dolar AS.
(yld/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed