DetikNews
Minggu 11 Maret 2018, 22:13 WIB

Kronologi Penusukan Abdul Saat Salat Subuh di Masjid

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Kronologi Penusukan Abdul Saat Salat Subuh di Masjid Foto: Abdul Rahman (53) (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Depok - Abdul Rahman (53) ditusuk oleh perempuan inisial S yang diduga mengalami gangguan kejiwaan saat hendak salat subuh di Masjid Darul Muttaqin, Sawangan, Depok. Rahang kanan Abdul terluka akibat tusukan pisau itu.

"Ditusuk di rahang," ujar Kasubag Humas Polres Depok AKP Sutrisno kepada detikcom, Minggu (11/3/2018).

Berikut kronologi penusukan Abdul:

Sabtu (10/3) malam pukul 23.30 WIB

S datang ke rumah Abdul untuk bertamu. Namun karena sudah malam, Abdul tidak membukakan S pintu dan memintanya untuk kembali pulang.

"Jam setengah 12 masuk ke (halaman) rumah, sampai depan pintu, ngetuk. Sama istri saya nggak dibukain, orang nggak Assalamualaikum, nggak apa. Akhirnya keluar lagi (pelakunya)," kata Abdul saat ditemui di rumahnya, di Sawangan, Depok, Minggu (11/3).

Beberapa jam berselang, S datang kembali ke rumah Abdul. Dia sempat mengatakan ada keperluan untuk bertemu dengan Abdul. Namun tak digubris sebab waktu telah menunjukkan larut malam.

"Kira-kira setengah, jam 12 lewat dikit. Saya ngggak lihat jam lagi. Dia ngomong 'Pak saya ada perlu,' (saya jawab) 'ah nggak usah'. Datang dari luar gerbang. Kan nggak bisa masuk dia ngomong 'Pak saya ada perlu'. Berarti dia kan sadar. Memang tujauannya ngancam. Sadar. Ya sudah pulang-pulang, saya suruh pulang. Saya tutup pintu," ujarnya.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana membenarkan S malamnya datang ke rumah Abdul. "Jadi pelaku sempat mendatangi rumah korban malam-malam. Karena sudah malam jadi oleh korban disampaikan 'besok saja'," ujar Putu kepada detikcom, Minggu (11/3).


Minggu (11/3) pukul 04.00 WIB

Abdul berangkat ke masjid bersama anaknya. Abdul tak berpikir sama sekali soal kejadian yang dialaminya pada malamnya.

"Saya berangkat bangunin anak saya Kiki, 'bangun salat'. Begitu sampai ke masjid anak saya ke tempat wudhu, saya langsung masuk shaf pertama, barisan pertama di pojok," imbuhnya.

Sementara itu S telah datang lebih dulu di masjid dan menunggu di teras masjid. Saat itu Abdul tidak sedang menjadi imam di masjid.

"Kebetulan Pak Abdul Rahman itu bukan imam saat itu, tetapi dia sebagai makmum. Salat Subuh waktu pagi itu satu saf, korban ini berada di ujung paling kanan saf, nah sih pelaku ini berada di masjid itu lebih dulu daripada korban itu datang. Jadi dia berada di teras sambil menunggu salat," ujar Kapolres Depok Kombes Didik Sugiarto kepada detikcom, Minggu (11/3).


Minggu (11/3) pukul 04.53 WIB

Usai ikamah, Abdul dan jemaah lainnya bersiap untuk menunaikan salat subuh. Saat baru mengucapkan takbiratul ihram, anak Abdul yang baru keluar dari tempat wudhu langsung berteriak.

Abdul langsung menengok ke arah belakang dan pisau sudah berada di depan mukanya. Seketika pisau itu melukai bagian rahangnya.

"Memang sengaja mau ke leher. Saya nggak tahu dia rencana apa. Pas saya belok gini. Dia meletot," tuturnya.


Minggu (11/3) pukul 05.00 WIB

Sadar dirinya sedang diserang, Abdul kemudian membela diri. Dia mencoba untuk melumpuhkan perempuan tersebut.

"Saya pukul dia, saya berantem, saya jatuhin, bagaimana dia supaya jatuh, saya nggak kasih kesempatan dia buat melawan soalnya dia bawa pisau. Kalau saya diemin, dia malah berleluasa. Saya pukul mukanya badannya. Seadanya saya mukul, saya mukul. Saya ngyak kasih kesempatan," ucap Abdul.


Minggu (11/3) pukul 05.05 WIB

Abdul yang saat itu salat di pojok kanan barisan pertama memukul mundur S sampai ke tengah masjid. S akhirnya jatuh dan pisaunya bisa diamankan.

"Kira-kira 5 menit, baru jatuh, saya jatuh dia jatuh, baru pisaunya keluar. Lalu saya ambil," kata Abdul.

Jemaah yang sedang salat subuh seketika berhenti. Mereka kaget melihat darah bercucuran dan perempuan tersebut membawa pisau.


Minggu (11/3) pukul 05.15 WIB

Abdul akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara pelaku saat itu langsung diinterogasi oleh warga.

"Kejadian di dalam masjid saya nggak tahu lagi. Mungkin jemaah yang lain tahu. Saya di rumah sakit sudah, saya minta ke rumah sakit," terangnya.


Polisi langsung membawa S ke Polsek Sawangan. Beberapa saat setelahnya S ditemani keluarga dibawa polisi ke RS Polri untuk menjalani tes kejiwaan. Polisi juga telah menggeledah rumah pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti

"Tadi pagi langsung kita geledah rumah pelaku kemudian kita temukan beberapa catatan-catatan," ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom, Minggu (11/3).
(nvl/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed