Begini Cara Polri Selidiki Maraknya Isu Penyerangan Ulama

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 05 Mar 2018 12:28 WIB
Foto: Rilis Muslim Cyber Army di Mabes Polri dihadiri Dirtipid Siber Brigjen Fadhil Imran, Kadiv Humas Irjen Setyo Wasisto, Waketum MUI Zainut Tauhid. (Audrey/detikcom)
Jakarta - Polri membentuk Satgas Nusantara untuk menyelidiki kasus terkait maraknya isu penyerangan ulama. Tim kecil ini diketuai Staff Ahli Kapolri bidang Sosial dan Ekonomi, Irjen Gatot Eddy Pramono dan langsung berkoordinasi dengan Satgas Nusantara di tingkat polda.

"Tim bergerak ke wilayah dan berkoordinasi dengan satgas (di) polda dan satuan polres terkait isu penyerangan ulama yang dilakukan oleh orang termasuk dengan yang mengalami gangguan kejiwaan. Langkah awal kami adalah menghitung berapa kasus yang ada baik laporan polisinya dan ada viral," jelas Gatot di gedung Rupatama Mabes Polri,Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/3/2018).


Setelah berhasil mengumpulkan data isu penyerangan dan mengantongi sebanyak 45 kasus isu penyerangan ulama, tim kemudian melakukan kroscek langsung ke tempat kejadian perkara. Pengecekan pertama dilakukan di Bandung Jawa Barat.

"Betul mengalami gangguan kejiwaan atau tidak, kemudian kita minta pemeriksaan darah. Tujuannya apakah ada zat-zat kimia yabg dimasukan ke dalam tubuh orang gangguan jiwa tersebut atau tidak," kata Gatot.


"Untuk meyakinkan apa ini dimanfaatkan, kami lakukan pemeriksaan oleh dokter forensik kamo dan laboratorim forensik melakukan pemeriksaan pada kulit pelaku. Tidak ditemukan zat-zat kimia tertentu, karena kita mendengar ada zat yang kalau dimasukan ke tubuh korban menimbulkan agresivitas," sambung Gatot.


Jenderal bintang dua itu menjelaskan, Satgas kemudian dibagi berdasarkan empat kategori. Yaitu kasus yang terdata laporannya di kepolisian, kasus yang tidak terdata di kepolisian namun viral di media sosial, kasus kriminal yang korbannya bukan ulama tetapi diviralkan seolah-olah ulama, dan kasus yang tidak pernah terjadi tetapi diviralkan.

"Jadi kalau kami lihat 45 peristiwa, tiga kejadian yang betul-betul kejadian. Dan kemudian 42 adalah hoax," ujar Gatot.


Mabes Polri beberapa waktu lalu mengerahkan tim khusus untuk menyelidiki ada atau tidaknya sesuatu yang mendorong terjadinya beberapa peristiwa dan isu penyerangan tokoh agama. Hasilnya, ditemukan kolaborasi antara eks Saracen dan MCA terkait hal tersebut.


Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan analisis terkait isu penyerangan ulama. Dari 45 isu penyerangan ulama yang beredar, hanya ada 3 peristiwa yang benar terjadi di lapangan.


"Pertama, ada 45 isu penyerangan ulama. Dari 45 itu, hanya 3 yang benar ada peristiwanya. Korbannya adalah ulama, atau pengurus masjid. Di Jawa Timur satu, di Jawa Barat dua," ucap Tito kepada pengurus Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-Perti), di SMK Islam Perti, Jalan Tawakal Raya, Jakarta Barat, Sabtu (3/3).

[Gambas:Video 20detik]

(aud/nvl)