Kapolri Persilakan Anggotanya yang Mau Terjun ke Dunia Politik

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 29 Des 2017 19:54 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberikan keterangan akhir tahun di gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (29/12). (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mempersilakan anggota-anggota Polri yang memiliki keinginan terjun ke dunia politik, dalam konteks menjadi peserta pilkada. Menurutnya, setiap warga negara Indonesia dijamin hak politiknya.

"Di negara ini saya kira semua orang memiliki hak politik yang sama sepanjang tidak dicabut hak politiknya oleh keputusan pengadilan. Jadi semua memiliki yang sama hak politiknya menjadi kepala daerah. Jadi why not?" kata Tito di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/12/2017).


Tito menilai kandidat kepala daerah dari kepolisian sudah memiliki bekal untuk menjalankan birokrasi pemerintahan. Begitu juga kandidat kepala daerah dari TNI.

"Apalagi teman-teman dari kepolisian, dari TNI dan Polri, yang umumnya mereka itu pernah jadi kapolda, kapolres, mereka punya semua punya pengalaman dalam birokrasi dan (penanganan) masalah. Bukan berarti ini menafikan teman-teman dari sipil," ujar Tito.


Tito melanjutkan keputusan para jenderal polisi terjun sebagai kontestan di pilkada telah disetujuinya. Dia mengaku tak dapat menghalangi hak politik seseorang.

"Saya setuju. Sebagai Kapolri, tentu saya tidak bisa menghalangi hak politik ini. Silakan nanti semua anggota yang ingin berkompetisi dalam politik praktis, silakan," ucap Tito.


Tito lalu menerangkan anggotanya yang memilih ikut pilkada tak bisa dipaksa secepatnya mengundurkan diri dari Polri. Mereka diberi waktu hingga KPU sah menetapkan mereka sebagai calon kepala daerah.

"Memang ada aturan, yaitu mengundurkan diri pada waktunya. Kapan waktunya? Waktunya itu pada saat pasangan calon ditetapkan KPU atau KPUD, yaitu Februari kalau tidak salah. Itu wajib (mundur) itu," jelas Tito.


Diketahui ada 3 perwira tinggi Polri yang ingin mencalonkan diri dalam Pilgub 2018. Wakalemdiklat Polri Irjen Anton Charliyan salah satunya. Anton mengaku telah meminta izin kepada Kapolri untuk maju dalam Pilgub Jabar 2018.

Selain itu, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin. Dia dikabarkan telah meminta restu kepada Kapolri untuk maju bertarung dalam Pilgub Kaltim 2018.


Terakhir, ada Kakor Brimob Polri Irjen Murad Ismail, yang diusung PDIP maju sebagai Gubernur Maluku. Murad juga sudah bersedia melepas kariernya di Polri.

Murad mengatakan akan mengundurkan diri saat hari pendaftaran dirinya sebagai calon gubernur di KPUD Maluku. (aud/jbr)