DetikNews
Rabu 13 Desember 2017, 17:27 WIB

Sidang Setya Novanto

Istri dan Anak Novanto Beli Saham PT yang Ikut Konsorsium e-KTP

Aditya Mardiastuti, Haris Fadhil - detikNews
Istri dan Anak Novanto Beli Saham PT yang Ikut Konsorsium e-KTP Setya Novanto (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Istri dan anak Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor dan Rheza Herwindo, turut disebut dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa KPK. Deisti dan Rheza disebut membeli saham perusahaan yang merupakan holding PT Murakabi Sejahtera, yang ikut dalam konsorsium proyek e-KTP.

Awalnya jaksa KPK menjelaskan Andi Agustinus alias Andi Narogong, yang telah dituntut secara terpisah, membentuk tim Fatmawati untuk mengakali proses lelang terkait proyek e-KTP. Tim Fatmawati itu kemudian membentuk 3 konsorsium dengan skenario untuk memenangkan salah satu konsorsium.


"Untuk itu, tim Fatmawati akan membentuk konsorsium PNRI, konsorsium Astragraphia, dan konsorsium Murakabi," ujar jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2017).

Salah satu konsorsium, yaitu konsorsium Murakabi, difungsikan sebagai perusahaan pendamping, yang terdiri dari PT Murakabi Sejahtera, PT Aria Multi Graphia, PT Stacopa Raya, dan PT Sisindocom Lintasbuana. Menurut jaksa, PT Murakabi Sejahtera merupakan perusahaan yang dikendalikan Novanto melalui keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, serta istri dan anaknya.


"Bahwa PT Murakabi Sejahtera yang dipersiapkan oleh terdakwa dan Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai salah satu perusahaan pendamping pekerjaan penerapan KTP elektronik merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh terdakwa melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo (keponakan terdakwa), Deisti Astriani Tagor (istri terdakwa), dan Rheza Herwindo (anak terdakwa) dengan cara Irvanto Hendra Pambudi Cahyo membeli saham PT Murakabi Sejahtera milik Vidi Gunawan, sehingga Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dapat menggantikan posisi Vidi Gunawan (adik Andi Agustinus alias Andi Narogong) sebagai Direktur PT Murakabi Sejahtera," sebut jaksa.

"Selanjutnya Deisti Astriani Tagor dan Rheza Herwindo membeli sebagian besar saham PT Mondialindo Graha Perdana, yang merupakan holding dari PT Murakabi Sejahtera. PT Murakabi Sejahtera berkantor di Menara Imperium, Jalan Rasuna Said Kavling 1 Nomor 27, milik terdakwa. Sebelum pelaksanaan lelang Pekerjaan Penerapan KTP Elektronik, PT Murakabi Sejahtera memasukkan 'Jasa Pembuatan' ID card, hologram, specific ribbon dari security printing ke dalam bidang usahanya," imbuh jaksa KPK.


Dalam perkara ini, Novanto didakwa menerima duit total USD 7,3 juta. Rinciannya, Novanto menerima melalui Made Oka Masagung USD 3,8 juta dan melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo pada 19 Januari 2012 seluruhnya USD 3,5 juta. Novanto juga didakwa mengintervensi proses penganggaran serta pengadaan barang dan jasa proyek tersebut.

Novanto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
(dhn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed