PBB akan Ajukan Capres Jika Presidential Threshold Dihapus

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 16 Okt 2017 23:34 WIB
Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra membacakan permohonan uji materi UU Pemilu Nomor 7/2017 tentang aturan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) di gedung MK, Jakarta, Selasa (3/10). (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Partai Bulan Bintang resmi mendaftar sebagai peserta Pemilu 2019 di Komisi Pemilihan Umum. Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengatakan target PBB dalam Pemilu 2019 adalah mengajukan nama calon presiden dan calon wakil presiden sendiri.

"Kami harap kalau sekiranya nanti dalam pemohonan PBB itu dikabulkan MK (Mahkamah Konstitusi), PBB akan mengajukan nama presiden dan wakil presiden sendiri. Kalau partai-partai banyak kan sudah jelas siapa calonnya," ujar Yusril di KPU, Jl Imam Bonjol, Jakpus, Senin (16/10/2017).


Yusril mengatakan saat ini PBB masih menunggu judicial review soal ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold di MK. Sebagaimana diketahui, Yusril jadi salah satu penggugat presidential threshold.

Jika gugatannya dikabulkan MK, Yusril mengatakan, PBB tak lagi tergantung pada partai lain.


"PBB insyaallah tak akan tergantung partai lain. Kita akan maju sendiri dalam pencalonan presiden," kata Yusril.

Yusril mengatakan saat ini PBB lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Ia berharap PBB dapat menjadi partai alternatif di pemilu mendatang.


"Kali ini PBB rasanya lebih kuat dibandingkan dengan waktu-waktu lalu. Orang lihat PBB jelas Islamnya, jelas Indonesianya," ujar Yusril.

"PBB makin jelas warnanya, mudah-mudahan itu jadi partai alternatif dalam menghadapi pemilu yang akan datang ini. Ketika partai mengusung capres, kami berjuang di MK untuk hapuskan presidential threshold," sambung Yusril. (jbr/jbr)