DetikNews
Sabtu 26 Agustus 2017, 08:22 WIB

Porsche Kuning yang Diblokir KPK Milik Siapa?

Jabbar Ramdhani - detikNews
Porsche Kuning yang Diblokir KPK Milik Siapa? Porsche kuning diamankan di Mapolda Metro Jaya (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Polisi menilang mobil Porsche kuning karena melanggar marka jalan di daerah Tomang, Jakarta Barat. Polisi lalu meminta pengemudi mobil sport tersebut menunjukkan surat-surat.

Ketika itu, mobil yang dikendarai oleh seseorang yang berinisial S ini tak mampu menunjukkan surat izin mengemudi (SIM). Selanjutnya, petugas mencurigai surat tanda nomor kendaraan (STNK) tak sesuai dengan kendaraan tersebut.


STNK mobil Porsche kuning yang kena tilang polisi ternyata tidak sesuai dengan nomor rangka dan nomor mesin. Hasil pengecekan menunjukkan STNK dengan mobil yang dikemudikan S tidak sesuai.

Porche ini ditilang pada Jumat (18/8) lalu di daerah Tomang, JakbarPorche ini ditilang pada Jumat (18/8) lalu di daerah Tomang, Jakbar (Foto: Dok. Istimewa)

"STNK-nya B 1911 FH atas nama inisial S. Ini (STNK) tak sesuai dengan kendaraan yang dibawa. Setelah diteliti, kendaraan tersebut seharusnya nomor pelat B 5 ADS atas nama A," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/8/2017).


Polisi kemudian meneliti lebih lanjut soal kepemilikan mobil tersebut. Diketahui, mobil itu masuk ke dalam daftar blokir. Pada tahun 2014, KPK mengajukan permohonan blokir karena kendaraan tersebut terkait kasus korupsi.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengonfirmasi, mobil yang diminta diblokir terkait kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) dengan terdakwa Ratu Atut Chosiyah. Permintaan blokir yang dilakukan KPK agar mobil tersebut tidak berpindah kepemilikan.

"Perlu kami sampaikan, penyitaan dan pemblokiran berbeda. Dalam penyitaan, penguasaan benda berada pada penegak hukum, sedangkan pada pemblokiran lebih ditujukan pada pencegahan agar aset tidak dipindahkan kepemilikannya. Hal ini terkait juga dengan kebutuhan hukum penggantian kerugian negara setelah putusan berkekuatan hukum tetap," ucap Febri saat dikonfirmasi, Jumat (25/8).

Diketahui KPK sudah meminta blokir mobil tersebut kepada polisi sejak 2014Diketahui KPK sudah meminta blokir mobil tersebut kepada polisi sejak 2014 (Foto: Dok. Istimewa)


Febri menyebut mobil itu belum ditemukan KPK sehingga diajukan pemblokiran. Kini, mobil itu telah ditemukan dan sudah berada di Mapolda Metro Jaya. KPK pun menyampaikan terima kasih kepada Polri.

"Dalam kondisi tertentu, ketika ada mobil yang diblokir, secara fisik mobil belum ditemukan, namun KPK sudah mengetahui ada bukti kepemilikan mobil tersebut sehingga KPK mengirimkan permintaan blokir ke Korlantas Polri. Kami justru berterima kasih pada Polri jika menemukan mobil yang masuk dalam daftar blokir," kata Febri.

Febri menjelaskan blokir dan sita adalah 2 hal yang berbeda. Dia pun menepis anggapan bahwa KPK menggelapkan barang yang disita karena memang mobil itu belum disita.
(jbr/cim)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed