DetikNews
Jumat 04 Agustus 2017, 15:22 WIB

Laporan Dari Madinah

Komisi Pengawas Haji Cek Madinah: Sudah Bagus tapi Ada Catatan

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Komisi Pengawas Haji Cek Madinah: Sudah Bagus tapi Ada Catatan Foto: Wakil Ketua dan anggota KPHI, Imam Addaruquthni dan Lilien Ambarwati. Fotografer: Triono/detikcom
FOKUS BERITA: Haji 2017
Madinah - Penyelenggaran haji baru dimulai. Gelombang pertama berangkat pada Jumat, 28 Juli, dan hingga saat ini masih berlangsung. Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) memantau aktivitas tersebut. Ini catatannya.

"Pemondokan bagus, transportasi di-upgrade. Ini progress-nya bagus dibanding tahun lalu," kata Wakil Ketua KPHI, Imam Addaruquthni, di Kantor Misi Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Madinah, Jumat (4/8/2017).


Madinah adalah lokasi pertama yang dipantau KPHI. Kedatangan jemaah di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, pelayanan di pemondokan, alat transportasi, perusahaan katering hingga klinik kesehatan, telah dicek. Memang ada sedikit masalah tapi tidak krusial.

"Persoalan umum saja. Kami temukan bagasi atau koper sudah sampai sini (Madinah), tapi jemaah belum. Kemudian asupan makanan kurang mempertimbangkan faktor diet. Ada jemaah usia lanjut mengeluh diberi makanan udang sehingga asam uratnya kambuh," urai Imam.

Imam mengingatkan, petugas juga harus diperhatikan. Tahun ini, jumlah jemaah kembali ke kuota awal dan mendapat tambahan 10 ribu. Di sisi lain, jumlah petugas tetap. "Jam siaga petugas bertambah. Berisiko juga ini, jadi harus dikaji ulang," jelas mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini.


Catatan KPHI akan dilengkapi terlebih dulu. Selanjutnya, hal itu jadi bahan rekomendasi kebijakan tahun depan.

Di tempat yang sama, anggota KPHI, Lilien Ambarwati, menambahkan pemantauan baru tahap awal. Namun sudah terlihat tanda-tanda baik. Contohnya, jemaah yang menempati hotel pada jarak di atas 600 meter disediakan bus. Dulu, tidak ada kebijakan itu.

"Yang perlu jadi catatan, koordinasi PPIH di sana (Indonesia) dan di sini (Arab Saudi). Ada kejadian JKS 01 yang tertunda keberangkatannya, namun katering tetap disediakan. Jadi makanan terbuang," kata Lilien.



KPHI menerjunkan 2 tim untuk memantau penyelenggaraan haji. Imam dan Lilien akan berada di Madinah dan Mekkah hingga 24 Agustus, kemudian tim kedua akan melanjutkan pengawasan pada tanggal 21 Agustus hingga selesai prosesi haji atau awal September.





(try/aan)
FOKUS BERITA: Haji 2017
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed