Informasi itu disampaikan oleh Tony Wilson, mantan jurnalis Australia yang selama bertahun-tahun mengikuti perkembangan kasus Corby. Wilson, yang sebelumnya bekerja untuk The Gold Coast Bulletin, merilis ulang bukunya yang berjudul 'Schapelle: The Final Chapter: Coming Home'.
Kepada media Australia, news.com.au, seperti dilansir pada Sabtu (27/5/2017), Wilson menyebut proses transisi Corby dari 9 tahun mendekam di dalam bui kemudian 3 tahun hidup 'menyembunyikan diri' di Bali menuju kehidupan bebas di pinggiran Queensland tidak akan berjalan mulus. Wilson mengaku dirinya sudah 2 tahun tidak berbicara dengan Corby. Namun dia selalu berkomunikasi intens dengan ibunda Corby, Rosleigh Rose.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu tiba di Brisbane, Corby diperkirakan akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ibundanya di Loganlea, pinggiran Queensland. Namun Corby juga diperkirakan akan tinggal di rumah kakak perempuannya, Mercedes, di Tugun, Gold Coast.
"Ini akan sangat sulit. Saya pikir dia (Corby, red) akan berjuang menghadapi perhatian yang mungkin didapatnya, baik dari media maupun publik setempat," kata Wilson mengenai proses transisi kehidupan Corby di Australia.
"Saya tidak bisa membayangkan dia berjalan-jalan di pusat perbelanjaan di Gold Coast atau di Brisbane, dengan orang-orang mengarahkan telunjuk ke dirinya dan berbisik... atau jika dia bisa melakukannya, tidak akan bertahan lama... dia tidak bisa mengatasi situasi itu," ucap Wilson.
Baca juga: Corby Dinilai Berkelakuan Baik Selama Bebas Bersyarat
Menurut Wilson, sosok Corby yang sekarang berbeda dengan sosok yang dikenal banyak orang sebelum dia terkena kasus narkoba di Indonesia.
"Dia dulunya gadis muda yang konyol di usia 20-an tahun akhir, suka bersenang-senang. Teman-temannya menyebut sebagai perempuan yang happy-go-lucky (tak peduli masa depan)," ujarnya.
Sekarang, lanjut Wilson, Corby menjadi sosok yang 'tidak bahagia'. "Petugas Bapas (Balai Pemasyarakatan) menyebutnya suka uring-uringan dan pemarah," ucapnya.
"Anda duduk dan bicara dengannya dan dia akan terus mengalihkan pandangan ke sekitarnya, untuk melihat apakah ada seseorang yang mengamatinya atau mengambil fotonya. Dia menderita paranoia parah soal diperhatikan orang. Saya pikir dia akan sedikit mengisolasi diri dan menghabiskan waktu di rumah ibunya di Loganlea dan rumah kakaknya. Saya pikir dia tidak akan bekerja," ucap Wilson.
Baca juga: Dideportasi, Corby Dilarang Masuk Indonesia Selama 6 Bulan
Corby ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada Oktober 2004 setelah kedapatan membawa 4,2 kilogram ganja. Kasus hukum yang menjerat Corby berlangsung panjang. Dia diadili dan divonis 20 tahun penjara pada Mei 2005. Namun proses banding, kasasi, peninjauan kembali, juga permohonan grasi ke Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berujung pembebasan bersyarat pada 10 Februari 2014. (nvc/try)











































