Cek Lokasi Munculnya Buaya di Banyumas, BKSDA Minta Warga Jauhi Tepian Sungai

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 02 Feb 2016 00:57 WIB
Buaya di Sungai Gatel dan Sungai Ijo, Banyumas (Foto: Arbi Anugrah)
Banyumas - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah mendatangi ke lokasi ditemukannya sejumlah buaya muara (Crocodylus Porosus) di dua sungai yakni sungai Ijo dan Sungai Gatel di Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah. Kedatangan BKSDA untuk mengecek dan melakukan sosialisasi ke warga tentang buaya muara.

"Kami akan sosialisasi dulu terkait buaya muara ke warga, karena buaya muara merupakan buaya dengan status dilindungi, sehingga perlu kepedulian bersama dalam upaya perlindungan dan konservasi buaya. Karena tidak menutup kemungkinan dalam upaya penanganan konflik satwa kepentingan masyarakat diutamakan tapi mengabaikan kepentingan dan keselamatan satwa itu sendiri," kata Koordinator Polisi Hutan BKSDA Jateng Seksi Konservasi II Cilacap-Pemalang Rahmat Hidayat, usai melakukan cek di Desa Nusadadi, Senin (1/2/2016).

Menurut dia, buaya muara yang memiliki sifat yang sangat agresif dan ganas ini, muncul karena karena ketersediaan makanan di aliran sungai yang mencukupi.

"Kehadiran buaya tersebut kemungkianan mereka mencari makan, ada proses migrasi, cuma dari habitat asal kami belum mendapat informasi dari mana karena itu perlu kajian lebih lanjut," ujarnya.

Buaya yang muncul di sungai di Banyumas, Jateng (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)


(Baca juga: Warga Sumpiuh Banyumas Digegerkan Kemunculan Buaya Besar di Sungai)

Namun ada dugaan buaya yang ditemukan di Desa Nusadadi merupakan salah satu buaya yang sebelumnya ditangkap di Candirenggo, Pantai Ayah, Kebumen. Dari hasil pengamatan tim, ada empat buaya di dua aliran sungai.

"Yang kelihatan di sungai Gatel dan Ijo ada sekitar 4 ekor, kemungkinan buaya yang di Candirenggo. Karena kami identifikasi ada di sungai Teba waktu itu, jarak sungai Teba dengan kali Gatel di GPS cuma sekitar 3,8 km," papar Rahmat.

Pihak BKSDA mengimbau agar warga menghindari tepian-tepian sungai yang biasanya digunakan sebagai titik berjemur dan jelajah buaya untuk mencari makan.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membunuh, melukai atau pun menangkap, karena buaya ini akan menjadi aset kita semua dan termasuk satwa dilindungi yang hampir terancam punah," kata Rahmat.

Di lokasi munculnya buaya, warga masih banyak yang berdatangan. Mereka bahkan berdiri di tepian sungai meski polisi sudah memasang papan peringatan bagi warga agar tidak mendekati sungai. (arb/fdn)