Ahok: Kalau Tak Reklamasi, 10 Tahun Lagi Jakarta Tenggelam

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Kamis, 15 Okt 2015 15:42 WIB
Gubernur Ahok (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan bahwa reklamasi di pantai utara Jakarta penting dilakukan. Hal ini agar Jakarta tidak tenggelam dalam waktu 10 tahun ke depan karena efek global warming.

"Kalau kamu 10 tahun nggak mau terusin (reklamasi) ini, (Jakarta) akan tenggelam. Sudah dibikin filmnya sama orang Belanda 10 tahun akan tenggelam termasuk rumah saya (di Pluit). (Tenggelam) 40 persen bisa sampai Monas karena global warming," kata Ahok usai menghadiri acara santunan lansia di Hotel Millenium, Jl Fachruddin 3, Jakpus, Kamis (15/10/2015).

Ahok mengatakan perairan yang mengelilingi daratan ini berbentuk es dan cair. Globar warming yang terjadi saat ini membuat suhu permukaan air laut naik dan membuat es mencair sehingga volume air di lautan bertambah. Sehingga perlu reklamasi agar daratan bertambah dan pembuatan tanggul untuk mencegah air laut masuk ke daratan.

"Makanya kamu jangan bayangin reklamasi itu seperti air di dunia seperti di akuarium, kalau masukin benda padat maka airnya akan naik. Salah itu," ucap Ahok. 

"Seluruh dunia reklamasi sampai tahun 2050, kalau kamu nggak nambah muka bumi sampai 22 juta km persegi sebesar Amerika Utara, orang akan kelaparan, nggak ada biofuel. Seluruh dunia sadar mereka lakukan reklamasi, Belanda reklamasi sejak tahun 1400, Singapura 1822," tambah Ahok.

(Baca:Ahok Kian Mantap Bangun Tanggul Raksasa Sepulang dari Rotterdam)

Menurut Ahok, reklamasi tak akan membuat Jakarta bertambah banjir. Justru reklamasi ini menolong nelayan memiliki air yang bersih karena nantinya reklamasi ini membuat air laut bisa berubah menjadi danau buatan dan airnya menjadi tawar.

"Begitu ada teluk, laut kamu tutup, kamu membuat ini jadi tawar setelah 100 tahun. Beberapa puluh tahun, tutup total jadi tawar," kata Ahok.

(Baca: Ahok Jamin Reklamasi Tak Akan Tenggelamkan Pulau di Jakarta)

Ahok juga mengatakan negara-negara yang terancam tenggelam karena global warming ini membentuk Forum C40, yakni negara yang tinggal di delta, hilir sungai yang ke laut.

"Karena ada global warming air laut kan naik, semua kota-kota yang ada di delta ini akan tenggelam. Membentuklah memprakarsai C40 untuk membahas bagaimana cara mengatasinya," ucapnya.

Salah satu cara yang diusulkan C40 adalah dengan membangun tanggul laut dan reklamasi. Ahok menyebut negara yang sukses membuat tanggul laut itu adalah Belanda, bahkan teknik reklamasi di Belanda itu mampu mendatangkan satwa-satwa langka. Daratan yang dibuat oleh manusia itu bisa menjadi habitat baru untuk mereka. Ahok ingin mencontoh Belanda.

"Tanggul yang ditutup itu yang terbukti baik di Belanda. Jadi yang mau kita tutup dengan burung garuda (Giant Sea Wall) itu nanti itu hanya 10 persen yang Belanda tutup," kata Ahok.

(Baca: Cerita Ahok: Reklamasi Pulau di Rotterdam Bisa Datangkan Satwa Langka)

(slm/nrl)