detikNews
2019/11/20 06:27:10 WIB

Round-Up

MUI Ambil Sikap, Pihak Sukmawati Ingin Menghadap

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
MUI Ambil Sikap, Pihak Sukmawati Ingin Menghadap Foto: Megawati Soekarnoputri. (Ismail-detikcom)
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengambil sikap terkait pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Sukarno. Sikap MUI itu direspons pihak Sukmawati dengan berharap diundang untuk memberikan klarifikasi.

Sekjen MUI Anwar Abbas mengatakan ada tiga poin yang menjadi sikap MUI. Pertama, pernyataan Sukmawati telah menyinggung hati dan perasaan umat Islam.

"Karena telah mengusik ranah keyakinan umat. Bahwa nabi dan rasul tidak bisa dibandingkan dengan tokoh lain. Dalam hal ini membandingkan Nabi Muhammad dengan Bung Karno," kata Anwar Abbas di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).

Pernyataan Anwar tersebut disampaikan setelah MUI menggelar rapat pada pagi kemarin, untuk membahas mengenai pernyataan Sukmawati. Anwar membacakan tulisan dalam secarik kertas yang memuat kesimpulan rapat MUI mengenai pernyataan Sukmawati itu.


Poin kedua, lanjut Anwar, akibat dampak dari pernyataan tersebut, telah membuat banyak elemen masyarakat yang mengungkapkan kekecewaannya. MUI juga menyadari sepenuhnya mengenai upaya pelaporan oleh elemen masyarakat ke kepolisian terhadap Sukmawati.

Poin ketiga, lanjut Anwar, MUI menghormati proses hukum yang diberlakukan kepada Sukmawati. Namun Anwar mengimbau semua pihak agar menahan diri.

"Untuk itu, kami MUI mengimbau kepada para pihak agar dalam menghadapi masalah ini tetap bisa mengendalikan diri dan memperhatikan undang-undang serta ketentuan yang berlaku dalam Republik Indonesia. Agar masalah ini tidak melebar ke mana-mana dan tidak mengganggu keamanan dan stabilitas dalam negeri," jelasnya.

Anwar meminta semua pihak tidak melakukan tindakan anarkis dalam menolak pernyataan Sukmawati. MUI, menurut Anwar, akan mempertimbangkan jika diminta menjadi saksi ahli.

"Kalau diproses secara hukum akan kita kaji, akan kita kirim saksi ahlinya atau tidak. Belum, ini kan kalau," paparnya.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com