detikNews
2019/11/02 07:31:42 WIB

Pakar Bicara Sistem Anggaran Smart Dambaan Anies Baswedan

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Halaman 1 dari 3
Pakar Bicara Sistem Anggaran Smart Dambaan Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta - Dicecar soal kejanggalan anggaran yang diusulkan sejumlah suku dinas dalam Rencana Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI Jakarta 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi pembelaan. Dia justru menyudutkan sistem e-budgeting dengan menyebut sistem 'warisan' gubernur pendahulunya itu tidak cerdas.

"Jadi sistemnya sekarang ini sudah digital, but not a smart system. Itu hanya digital aja, mengandalkan orang untuk me-review. Itu sudah berjalan bertahun-tahun. Karena itu ini akan diubah, tidak akan dibiarkan begitu saja. Let's do it in a smart way," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/10/2019).


Menurut Anies, sistem yang digunakan dalam proses penganggaran harusnya bisa langsung memverifikasi atau mendeteksi anggaran yang janggal. Dengan algoritma tertentu, Anies yakin sistem tersebut bisa tercipta. "Begitu ada masalah langsung nyala. Red light. Begitu ada angka yang tidak masuk akal, langsung muncul warning. Kan bisa tahu," ujarnya.

"Ini tinggal dibuat algoritma aja, 'if' item-nya itu jenisnya Aibon, harganya Rp 82 miliar, sebenarnya harganya kan enggak semahal itu. Harganya Rp 20 ribu, Rp 30 ribu, terus totalnya mencapai puluhan miliar, pasti ada salah. Harusnya ditolak itu sama sistem."
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com