Polisi Amankan 2 Pesilat Trenggalek yang Keroyok Anggota Perguruan Lain

Adhar Muttaqien - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 22:25 WIB
pengeroyokan pesilat
Salah satu tersangka pengeroyokan anggota perguruan silat (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek - Polisi menangkap dua anggota perguruan silat yang mengeroyok pesilat perguruan lain. Polisi juga tengah mengejar satu pelaku lain yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Wakapolres Trenggalek Kompol Heru Dwi Purnomo mengatakan kedua pelaku yang diamankan adalah IKA (19) warga Kecamatan Besuki, Tulungagung serta satu tersangka lain yang masih berusia di bawah umur.

"Jadi ada tiga pelaku dalam kasus pengeroyokan tersebut, dua pelaku kami tangkap dan yang satu masih DPO," kata Heru kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).

Menurut Heru, kasus pengeroyokan tersebut terjadi Rabu (12/1) sekitar pukul 01.00 WIB di jalan raya Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, Trenggalek. Saat itu korban bersama dua rekannya baru saja mengikuti kegiatan latihan silat di SD Negeri 2 Ngetal.

Dalam perjalanan pulang itulah, korban berpapasan dengan rombongan anggota perguruan silat lain yang mengendarai sepeda motor. Korban dan kedua rekannya akhirnya memilih putar baik, namun dikejar dan dimaki-maki oleh pelaku dan rekan-rekannya.

"Karena panik akhirnya korban justru menabrak tiang listrik yang ada di pinggir jalan dan terjatuh," jelasnya.

Saat itulah para pelaku melakukan pengeroyokan dengan cara dipukul dan ditendang. Akibatnya korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

Pascainsiden pengeroyokan tersebut, korban melapor ke polisi dan menjalani visum. Dari proses penyelidikan dan penyidikan, akhirnya dua pelaku berhasil ditangkap di tempat terpisah.

"Pelaku anak kami tangkap di rumahnya di wilayah Kecamatan Pogalan, sedangkan pelaku IKA ditangkap di rumahnya di wilayah Besuki, Tulungagung," jelasnya.

Hingga saat ini, polisi juga masih memburu satu pelaku lain yang masuk DPO. Saat ini dua pelaku yang ditangkap ditahan di Polres Trenggalek.

Pelaku bakal dijerat pelaku kami jerat Pasal 76 C junto 80 ayat 1 UURI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dan/atau pasal 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama tiga tahun enam bulan dan/atau lima tahun enam tahun bulan penjara," imbuhnya. (iwd/iwd)