9 Pendekar di Trenggalek Jadi Tersangka Pengeroyokan Pesilat Perguruan Lain

Adhar Muttaqien - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 00:07 WIB
pesilat di trenggalek
9 Pendekar jadi tersangka kasus pengeroyokan (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Polisi mengamankan sembilan oknum pesilat karena diduga melakukan pengeroyokan remaja dari kelompok lain hingga mengalami luka-luka. Penganiayaan diduga buntut dari kasus kisruh sentimen antar oknum pesilat di Tulungagung.

Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera mengatakan dari sembilan pelaku yang diamankan, empat di antaranya masih di bawah umur. Sehingga akan dilakukan diversi atau penyelesaian perkara di luar peradilan, sedangkan lima tersangka lain ditahan di Polres Trenggalek.

"Kasus yang di Trenggalek terjadi pada Minggu (4/12/2021) di salah satu warung kopi di Dusun Bandung, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Akibat penganiayaan itu korban mengalami luka di bagian punggung," kata Dwiasi kepada wartawan, Selasa (7/11/2021).

Kasus penganiayaan secara bersama-sama itu bermula pada Sabtu (4/12) malam. Korban bersama rekannya pesta miras di wilayah Trenggalek kota. Selanjutnya korban dan sejumlah rekannya tersebut menghadiri tes kenaikan sabuk di wilayah Kampak.

Setelah itu pada Minggu dini hari rombongan korban melintasi Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Saat itulah korban diteriaki oleh para tersangka yang nongkrong di bawah tugu perguruan silat.

Kedua belah pihak sempat saling umpat, hingga akhirnya korban dan rekannya melanjutkan perjalanan dan mampir di warung kopi di Dusun Bandung, Desa Sukorejo.

"Tidak berselang lama, tiba-tiba terjadi penyerangan oleh para pelaku," imbuhnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Arief Rizky Wicaksana menjelaskan saat melakukan pengeroyokan, para tersangka menggunakan tangan kosong, batu hingga kayu. Akibatnya korban mengalami luka di bagian belakang.

Arief mengatakan kasus pengeroyokan itu tidak serta merta terjadi hanya karena saking ejek, namun hal tersebut juga terkait dengan kasus serupa yang terjadi di wilayah Kecamatan Bandung, Tulungagung. Sehingga dampaknya merembet ke wilayah Trenggalek.

"Jadi karena saling ejek itu akhirnya terpancing emosinya, hingga terjadi penganiayaan. Kalau kita tarik ke belakang, ini terjadi karena perselisihan yang lebih dulu di wilayah hukum Polres Tulungagung," jelas Arief.

Akibat perbuatannya, kini lima tersangka yang telah dewasa ditahan di Polres Trenggalek dan dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

(iwd/iwd)