Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Titik di Kota Malang Banjir

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 20:27 WIB
banjir di malang
Mobil yang terendam banjir di Kota Malang (Foto: Tangkapan layar)
Kota Malang - Hujan deras mengguyur wilayah Kota Malang sejak siang membuat sejumlah titik banjir. Hujan deras yang terjadi sejak pukul 14.00 WIB itu merendam sejumlah ruas jalan. Di antaranya kawasan Sudimoro, Jalan Letjen S Parman, Jalan Bareng, serta Jalan Raya Candi.

Seperti dalam foto yang viral, sebuah mobil terendam banjir hingga nyaris menutup kap di kawasan Jalan Sudimoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Warga di sekitar lokasi bekerja keras mengevakuasi mobil agar tak terbawa air bah.

Tak hanya itu, salah satu warga Jalan Letjen S Parman Gang II RT02/RW18, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, melaporkan pemukiman mereka terendam air sampai setinggi satu meter. Hujan deras mulai reda menginjak pukul 16.30 WIB

Kepala BPBD Kota Malang Ali Mulyanto mengaku, genangan air akibat curah hujan tinggi terjadi di sejumlah tempat.

"Paling parah Sudimoro, ketinggian air sampai 40 centimeter," ujarnya saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (18/1/2022).

Ali menegaskan, bahwa yang terjadi siang tadi akibat hujan deras merupakan genangan air sesaat. Karena tidak waktu lama, air yang sempat mengenangi wilayah tersebut beransur surut.

"Itu genangan air sesaat, setelah hujan reda berangsur surut," tegasnya.

Catatan BPBD Kota Malang, ada sembilan titik genangan air sesaat karena hujan deras siang tadi. Yakni di Jalan Tembaga 2, Jalan Bantaran, Jalan Bareng, Jalan Ikan Paus, Jalan Karya Timur, Jalan Kebun Jeruk, Jalan Raya Candi II, Jalan Sudimoro, dan Jalan Tasikmadu.

"Untuk pohon tumbang satu titik di kawasan Tebo Selatan, kalau genangan air ada di sembilan titik," terang Ali.

Menurut Ali, ada sejumlah faktor yang mengakibatkan terjadinya banjir atau genangan air sesaat. Pertama intensitas hujan cukup tinggi, kedua tata kelola bangunan, sistem drainase serta perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

"Jadi banjir karena beberapa faktor, selain hujan cukup deras, tata kelola bangunan, sistem drainase dan perilaku membuang sampah di sungai. Jika itu terus ada, maka banjir akan terjadi. Kita juga butuh jaringan drainase yang langsung bermuara ke sungai Brantas," tegasnya. (iwd/iwd)