Desa di Pasuruan Diterjang Banjir Luapan Sungai Akibat Hutan Gundul

Muhajir Arifin - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 20:05 WIB
banjir di pasuruan
Banjir akibat luapan sungai menerjang permukiman warga di Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan - Banjir menerjang sejumlah desa di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan setelah hujan lebat yang terjadi sejak siang hari. Ketinggian banjir mencapai 60 cm - 1 meter.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun detikcom, banjir terparah terjadi di Desa Plososari dan Desa Kedawung Kulon. Banjir di Desa Plososari berasal dari air hujan yang melimpas ke perkampungan karena hutan sudah gundul. Air yang masuk ke permukiman mencapai 60 - 70 cm.

"Hujan lebat sejak pukul dua siang tadi. Air dari luapan Sungai Karangjati, Kecamatan Lumbang, yang ada di atas desa kami langsung melimpas ke desa karena sudah nggak ada hutan dia atas. Sudah gundul dan banyak tambang," kata Bahrul Ulum, salah satu tokoh pemuda Desa Plososari kepada detikcom, Senin (17/1/2022).

Menurut Bahrul, limpasan air dari atas mengalir deras ke perkampungan. "Banjir ini siklus tahunan. Biasanya dampaknya gagal panen. Semoga saja tidak semakin tinggi karena saat ini masih hujan," terang Bahrul.

Selain di Desa Plososari, banjir juga terjadi di Desa Sumberdawesari, Desa Kalipang dan Desa Kedawung Kulon. Di Desa Kedawung Kulon sungai meluap ke permukiman Dusun Kebrukan. Tanggul yang beberapa hari lalu jebol, dan diperbaiki dengan bambu, kembali ambrol.

"Banjir di Dusun Kebrukan semakin tinggi, sudah sekitar satu meter. Sudah masuk rumah," kata Bayu Arifianto, seorang relawan.

Menurut Bayu, Dusun Kebrukan sudah terendam banjir sejak tiga hari lalu. Akibat luapan sungai hari ini, banjir semakin parah.

"Banjir semakin meluas. Sepertinya warga butuh dapur umur sekarang," pungkasnya.

Hingga saat ini, detikcom masih terus menghimpun data desa lain yang banjir akibat hujan lebat sejak siang hari. (iwd/iwd)