Antisipasi Puncak Omicron, Walkot Eri Maksimalkan 3T

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 21:15 WIB
wali kota surabaya eri cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan puncak Omicron akan terjadi pada awal Februari. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan memaksimalkan 3T (tracing, testing, treatment).

Eri mengatakan ada atau tidak adanya Omicron, Surabaya selalu mengantisipasi lonjakan kasus. Oleh karena itu, banyak langkah yang dilakukan pemkot, salah satunya 3T.

"Sekarang kita meskipun ada Omicron atau tidak ada Omicron kita lakukan tetap seperti langkah-langkah 3T yang kita lakukan," kata Eri kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

Selain itu, Pemkot Surabaya juga memaksimalkan swab massal di masyarakat. Kemudian mengaktifkan kembali Kampung Wani Jogo Suroboyo.

"Ada juga swab hunter, swab massal, vaksin keliling. Insyaallah ada atau tidak (Omicron), semua jalan terus," jelasnya.

Untuk tempat isolasi warga yang terpapar COVID-19, Eri sudah mempersiapkannya. Mulai dari Asrama Haji hingga RS yang merawat pasien Corona.

"Sudah disiapkan semua (tempat isolasi), RS banyak yang kosong," ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca libur tahun baru, Eri mengaktifkan kembali Kampung Wani Jogo Suroboyo. Dimana satgas di kampung wanilah yang mendata warganya ketika habis bepergian di luar Surabaya.

Eri menjelaskan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Kampung Wani Jogo Suroboyo. Warga yang habis dari luar kota didata dan minta diswab, saat ini sudah aktif dillakukan.

"Kita juga dilapori hasilnya. Saya berusaha memimpin kota ini tidak harus begini, karena semua bisa merasa menjaga. Makanya saya aktifkan kembali kampung wani jogo, dan sudah berjalan sekarang. Yang datang didata, hasilnya sudah keluar dilihat negatif semuanya sudah dilakukan," pungkasnya. (iwd/iwd)