Video Viral Hutan Baluran Banjir Dipastikan Hoax, Polisi: Itu Video Lama

Chuk S Widarsha - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 16:22 WIB
banjir di baluran hoax
Video banjir Baluran yang kembali beredar (Foto: Tangkapan layar)
Situbondo - Sebuah video yang memperlihatkan banjir di jalan raya di kawasan hutan Baluran, Situbondo viral di medsos dan aplikasi percakapan. Ternyata video tersebut hoaks.

Video berdurasi 26 detik tersebut memperlihatkan sejumlah kendaraan yang melintas berjalan pelan-pelan. Sebab, tampak air cukup deras mengalir dan menggenangi jalan.

Air mengalir deras digambarkan berasal dari sisi sebelah kanan atau dalam hutan. Ketinggian air yang mengalir deras dan menerjang jalanan itu diperkirakan sekitar 20-70 cm.

Pada video itu juga terdengar suara seorang laki-laki yang diduga mengambil gambar video. Dengan bahasa Jawa disebutkan jika lokasinya berada di hutan Baluran, Situbondo.

banjir di baluran hoaxFoto: Tangkapan layar

"Hati-hati luuur ! Info sore ini, kawasan Baluran banjir bandang. Hati-hati yang melintas," kata laki-laki yang terdengar dalam video tersebut.

Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Anindita Harcahyaningdyah mengatakan jika banjir di Baluran tersebut hoaks. Karena pada Selasa (11/1) kemarin, tak ada banjir di kawasan Baluran. Anindita mengatakan bahwa video tersebut merupakan video lama yang diupload kembali.

"Itu video lama. Karena untuk jalur pantura yang mengarah Taman Nasional Baluran terpantau aman terkendali dan tidak ada banjir seperti dalam video itu," kata Anindita kepada detikcom, Rabu (12/1/2021).

Sebab, pada tahun 2021, kata Anindita, sudah dilaksanakan perbaikan saluran air di sekitar jalan hutan Baluran. Yakni, pembuatan gorong-gorong dan selokan di titik-titik yang sebelumnya memang kerap banjir.

"Pantauan anggota patwal kami yang baru saja kembali dari perbatasan Banyuwangi melakukan pengawalan, terpantau tidak ada banjir di kawasan itu," pungkas perempuan berhijab dengan 3 balok di pundak ini.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tak langsung percaya hal-hal yang belum tentu kebenarannya. Pun pada yang menyebarkan, agar menghentikan tindakan itu, karena meresahkan pengguna jalan lainnya. (iwd/iwd)