Akhirnya air meluber ke jalan raya pantura sekitar pukul pukul 12.00 WIB. Hampir sekitar 15 menit, jalur pantura di kawasan itu tertutup genangan air berwarna cokelat hingga setinggi 40 cm.
![]() |
Meski tidak sampai memicu kemacetan, genangan air sempat mengganggu arus lalu lintas. Apalagi, menjelang tahun baru, volume kendaraan yang melintas mengalami peningkatan. Semua kendaraan, baik dari arah Surabaya maupun Banyuwangi, harus bergantian dan ekstra hati-hati saat melintas di genangan air tersebut.
"Tidak sampai macet. Cuma tadi kendaraan yang lewat harus bergantian dan berhati-hati. Sekarang kondisinya sudah normal," kata Kapolsek Banyuputih, AKP Heru Purwanto saat dihubungi detikcom, Rabu (30/12/2020).
Namun karena debit air tinggi, akhirnya meluber ke jalan raya saat tak tertampung drainase di tepi hutan. Ketinggian genangan air di jalan sempat mencapai 40 cm dan berarus.
"Panjang jalan yang tertutup genangan sekitar 15 meter. Tapi tidak lama, sekitar 10 sampai 15 menit, genangan itu sudah surut lagi," tambah Puriyono, Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo.
Puriyono tidak menampik bahwa melubernya air ke jalan raya itu akibat saluran drainase di tepi hutan yang tidak mampu menampung debit air. Bisa jadi, papar dia, hal itu disebabkan tingginya intensitas dan curah hujan yang terjadi, di tengah hutan dan kawasan pegunungan setempat.