Saat Penyandang Disabilitas Lamongan Unjuk Gigi dalam Festival Difabel Megilan

Eko Sudjarwo - detikNews
Minggu, 09 Jan 2022 14:22 WIB
Festival Difabel Megilan
Kegiatan dalam Festival DIfabel Megilan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Beragam kegiatan dan karya penyandang disabilitas Lamongan unjuk gigi di Lamongan dalam gelaran bertajuk Festival Difabel Megilan. Selain peringati Hari Difabel internasional, juga sebagai kegiatan yang menampilkan produk lokalnya Lamongan.

Festival yang berbarengan dengan minggu ceria tersebut semakin meriah dengan ditampilkannya berbagai kemampuan terpendam para difabel Lamongan. Beberapa tampilan tersebut diantaranya penampilan pantomim, parade tongkat putih, parade kursi roda dan masih banyak lagi.

Beragam kerajinan hasil kreatifitas penyandang disabilitas juga ditampilkan dalam ajang yang dihadiri lebih kurang 100 penyandang disabilitas dari mulai usia pelajar, mahasiswa hingga usia kerja itu.

Festival Difabel MegilanFoto: Eko Sudjarwo

Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia Cabang Lamongan yang juga selaku panitia, Try Febri Khoirun Nidhom mengungkapkan kegiatan Festival Difabel Megilan ini bertujuan untuk mengadvokasi teman-teman difabel untuk menunjukkan kreativitasnya. Kegiatan ini, menurut Irul, bukan semata karena momentum hari difabel internasional, namun ingin menunjukkan kegiatan yang merupakan produk lokal nya Lamongan.

"Kegiatan ini merupakan inisiatif dari semua organisasi difabel di Lamongan, kalau peringatan hari difabel internasional sudah pernah, karenanya kami ingin ada kegiatan yang merupakan produk lokal nya Lamongan," kata Febri Khoirun Nidhom dalam sambutannya dalam acara yang berlangsung di alun-alun Lamongan ini, Minggu (9/1/2021).

Irul menjelaskan festival difabel megilan digelar untuk menghidupkan kreatifitas penyandang difabel Lamongan, dan ke depan Lamongan bisa inklusif serta ramah disabilitas. Festival ini, lanjut Irul, adalah inisiatif dari seluruh perwakilan organisasi difabel dan didukung penuh Pemkab Lamongan.

"Kami berharap ke depan ada festival difabel kedua, ketiga dan seterusnya yang bertepatan dengan momentum Hari Jadi Lamongan, bukan hanya momentum hari difabel internasional," harap Irul.

Irul berharap agar Perda Disabilitas di Lamongan segera bisa dikerjakan bersama-sama agar menjadi Peraturan Daerah. Irul juga berpesan untuk bersama-sama mengadvokasi agar tercipta lingkungan yang inklusif di Lamongan.

"Terima kasih atas support penuh Pemkab Lamongan sehingga festival terselenggara dengan lancar. (iwd/iwd)