Bupati Nganjuk Nonaktif Divonis 7 Tahun Penjara di Kasus Jual Beli Jabatan

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 19:55 WIB
bupati nganjuk
Sidang vonis Bupati Nganjuk nonaktif (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Bupati Nganjuk non-aktif Novi Rahman Hidayat divonis 7 tahun penjara. Majelis hakim Tipikor Surabaya menilai terdakwa terbukti telah menerima suap dalam kasus jual beli jabatan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Novi Rahman Hidayat dengan hukuman penjara selama 7 tahun," kata hakim I Ketut Suarta saat membacakan amar putusannya di Pengadilan Tipidkor Surabaya, Kamis (6/1/2022).

Selain hukuman penjara, hakim juga menjatuhkan denda kepada terdakwa sebesar Rp 200 juta. Jika tak dibayar, maka diganti dengan 6 bulan penjara.

"Dan denda sejumlah Rp 250 juta rupiah dan jika tak dibayar diganti dengan kurungan 6 bulan," imbuh hakim.

Vonis yang diterima terdakwa Novi sendiri lebih rendah dari tuntutan jaksa sebelumnya yakni 9 tahun penjara. Mendengar putusan itu, terdakwa mengaku akan pikir-pikir dahulu.

"Saya minta waktu pikir-pikir Yang Mulia," ujar Novi saat ditanya hakim seusai putusan.

Sebelumnya, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK dan Bareskrim Mabes Polri. Novi diciduk karena kasus dugaan suap jual beli jabatan pada 10 Mei 2021 lalu. Dalam OTT ini, turut diamankan tiga camat. Selain itu, ada pula 7 kepala desa yang ikut diamankan.

Simak Video 'Ironi Dua Kali Wali Kota Bekasi Terjerat Kasus Korupsi':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)