Eks Bupati Nganjuk Jalani Sidang Perdana Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 17:48 WIB
Eks Bupati Nganjuk Jalani Sidang Dakwaan Kasus Suap Jual Beli Jabatan
Bupati Nganjuk nonaktif sidang perdana (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Nganjuk -

Bupati Nganjuk nonaktif Novi Rahman Hidayat menjalani sidang perdana. Jaksa penuntut umum (JPU) menilai terdakwa telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengambil keuntungan diri sendiri.

Sidang digelar secara online di ruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya. Sedangkan terdakwa sendiri saat ini berada di Rutan Polres Nganjuk.

Dalam sidang, JPU Andie Wicaksono menjerat terdakwa dengan Pasal 35 ayat (2) UU No 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Sebab, terdakwa telah memaksa para kepala desa di wilayahnya melalui seleksi dengan meminta uang masing-masing sebesar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.

"Memeriksa dan mengadili perkaranya berdasarkan ketentuan Pasal 35 ayat (2) UU No 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya," papar Andie dalam dakwaannya, Senin (30/8/2021).

Terpisah usai sidang, Tis'at Afriyandi, pengacara terdakwa langsung menyatakan eksepsi usai agenda dakwaan. Menurutnya, ada beberapa dakwaan alternatif yang disampaikan JP Perihal alasan secara rincinya, akan dipelajarinya lebih lanjut.

"Eksepsi kami sebagaimana hak terdakwa, sebagaimana diatur dalam pasal 156 ayat 1 KUHP, terdakwa berhak memberikan jawaban terhadap JPU. Yang jelas, kami mengajukan eksepsi, minggu depan jadwal kami untuk memberikan jawaban atas eksepsi tersebut," tutur Tis'at.

"Ada beberapa hal, terkait dakwaan tersebut kabur dan lain sebagainya, nanti kami bicarakan dengan tim. Jadi, banyak hal yang perlu kami cermati lagi terkait dakwaan tersebut, lebih jelasnya nanti di eksepsi tersebut, akan kami bedah satu persatu," tandas Tis'at.

Sebelumnya, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK dan Bareskrim Mabes Polri. Novi diciduk karena kasus dugaan suap jual beli jabatan pada 10 Mei 2021 lalu. Dalam OTT ini, turut diamankan tiga camat. Selain itu, ada pula 7 kepala desa yang ikut diamankan.

(fat/fat)