Ombudsman Duga Ada Intervensi dalam Kasus Pencabulan Anak Kiai di Jombang

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 16:22 WIB
Ombudsman RI (ORI) menduga ada intervensi kuat dalam kasus dugaan pencabulan yang dilakukan anak kiai di Jombang, MSAT pada santriwatinya. Itu yang membuat penanganan kasusnya lama.
Komisioner Ombudsman RI, Dr J. Widijantoro/Foto: Tangkapan Layar
Surabaya - Ombudsman RI (ORI) menduga ada intervensi kuat dalam kasus dugaan pencabulan yang dilakukan anak kiai di Jombang, MSAT pada santriwatinya. Itu yang membuat penanganan kasusnya lama.

Komisioner Ombudsman RI, Dr J. Widijantoro mengatakan, pihaknya dalam hal ini telah meminta ORI Jawa Timur untuk mengawal kasus ini di ranah Polda dan Kejati Jatim. Namun, dalam praktiknya, tim di lapangan menemui adanya intervensi hingga mengganggu penyidikan.

"ORI sudah berupaya dalam kasus Jombang ya, mempengaruhi beberapa pihak Polda Jatim dan Kejati Jatim sampai juga ke tingkat Kejaksaan Agung. Kenapa teman-teman di Jatim meminta kami untuk ke pusat, karena memang disinyalir ada intervensi yang cukup kuat yang sekiranya mengganggu proses penyidikan dan penuntutan," kata Widijantoro dalam konferensi pers via daring yang diikuti detikcom di Surabaya, Kamis (6/1/2022).

Widijantoro mengatakan, langkah selanjutnya ORI akan terus mengawal kasus ini. Apa lagi berkas kasusnya dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejati Jatim.

"Setelah kasus P-21, langkah selanjutnya kami akan mengawal, mencermati khususnya JPU menuntut tersangka untuk sampai proses pengadilan yang fair dan seadil-adilnya. Ini tanggung jawab kita bersama," tambahnya.

Namun Widijantoro menyadari, pihaknya tidak bisa mengintervensi tuntutan yang akan dilayangkan pada MSAT. Dia berharap, Kejati Jatim segera merampungkan kasus ini hingga tersangka bisa dihukum seadil-adilnya.

"Berkaitan dengan tuntutan, Ombudsman tidak bisa masuk ke ranah instansi karena ini adalah bagian dari pihak penegak hukum. Kami mendorong kejaksaan bekerja secara profesional, bekerja adil dan tentunya tepat waktu. Tak perlu kasus ini di kejaksaan berlarut-larut lagi seperti di tahap penyelidikan dan penyidikan," jelasnya.

"Upaya ke depan saya mengamini, menyetujui Pak Benny (Ketua Kompolnas RI), untuk membuat konsep kolaboratif di beberapa isu, khususnya di isu kekerasan seksual pada perempuan dan anak. Agar hasilnya bisa lebih efektif," pungkasnya. (sun/bdh)