Korban Pengeroyokan yang Viral di Malang Jadi Tersangka Pencabulan

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 12:58 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi/Foto: Andhika Akbarayansyah
Malang - Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang dialami SW (23). Pemuda asal Kota Malang ini ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencabulan. Sebelumnya, SW adalah seorang korban pengeroyokan yang videonya viral.

Dalam pengungkapan kasus itu, polisi menetapkan empat orang setelah terbukti mengeroyok SW di Jalan Merbabu, Kota Malang, Sabtu (20/11/2021) lalu.

Penetapan SW sebagai tersangka berawal dari laporan LN, yang mengaku sebagai korban pencabulan yang dilakukan oleh SW, Senin (22/11/2021).

"Kita awalnya mendalami laporan kasus pencabulan yang dialami korban. Dari situ, kita kemudian mendapat alat bukti dan menetapkan saudara SW sebagai tersangka," ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo kepada wartawan, Selasa (28/12/2021).

Tinton mengaku, pihaknya juga melakukan penahanan terhadap SW. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 290 KUHP dan terancam hukuman 7 tahun penjara.

"Terhadap tersangka kita sudah lakukan penahanan," aku Tinton.

Peristiwa ini bermula saat terjadi kasus pengeroyokan terhadap SW viral di media sosial. Dalam video berdurasi 25 detik itu terlihat seorang pemuda yang mengenakan sweater berwarna kuning babak belur dikeroyok beberapa orang. Beberapa pukulan dilayangkan para pemuda yang berada di lokasi. Darah segar terlihat mengucur dari hidung korban.

Di tengah aksi pengeroyokan itu, satu pemuda bertopi dan mengenakan hoodie berwarna hitam langsung menggapai tubuh korban yang tengah berjongkok sembari menutupi wajahnya.

Polisi menetapkan empat tersangka kasus pengeroyokan seorang pemuda di Jalan Merbabu, Kota Malang, yang videonya viral beberapa waktu lalu. Keempat tersangka itu berinisial CV (22), MIP (20), TAB (21), dan FP masih di bawah umur.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo menuturkan pengeroyokan yang terjadi pada Sabtu (20/11) malam itu berawal saat saksi LN meminta korban SW (23), untuk datang ke Taman Nivea di Jalan Merbabu, Kota Malang.

Tujuannya, untuk meminta klarifikasi korban terkait persoalan dengan LN yang terjadi sehari sebelumnya. Sesaat setelah datang ke lokasi, SW meminta LN untuk menaiki mobil yang dikendarai. Seketika kemudian SW tancap gas dan membuat korban panik. (fat/fat)