PKB Jatim Sebut Partainya Tetap Jadi Anak Emas NU Meski Ketumnya Gus Yahya

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 27 Des 2021 14:11 WIB
DPW PKB Jatim menanggapi pernyataan Nusron Wahid. Sebelumnya Nusron menyebut, tidak akan ada lagi partai yang menjadi anak emas NU dengan terpilihnya Gus Yahya.
Bendahara PKB Jatim Fauzan Fuadi/Foto: Faiq Azmi/detikcom
Surabaya - DPW PKB Jatim menanggapi pernyataan Nusron Wahid. Sebelumnya Nusron menyebut, tidak akan ada lagi partai yang menjadi anak emas NU dengan terpilihnya Gus Yahya.

"Semua tahulah siapa Nusron Wahid. Kalau dia bilang tidak akan ada lagi partai yang menjadi anak emas NU di bawah kepemimpinan Gus Yahya, buat saya menggelikan. Karena, sampai kapan pun PKB akan jadi anak emas NU," kata Bendahara PKB Jatim Fauzan Fuadi saat ditemui di kantornya, Senin (27/12/2021).

Fauzan mengungkapkan alasan PKB akan selalu menjadi anak emas NU. Secara historis dan ideologis, PKB dan NU sama. Bahkan, PKB didirikan oleh PBNU.

"Posisi historis, kultur, dan ideologis PKB jelas terhadap NU. Sejarah 1998 mencatat bahwa PBNU resmi mendirikan PKB. Maka sampai kapan pun, PKB akan jadi anak emas NU," terangnya.

Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim ini menganggap, pernyataan Nusron yang menyebut kepemimpinan Gus Yahya akan memberi keuntungan ke Airlangga Hartarto, hanya hiburan semata.

"Statement itu seperti sedang menghibur diri sendiri. Nusron Wahid tidak perlu cemburu kalau PKB tetap anak emas NU. Kalau mau cari muka ke bosnya, Airlangga Hartarto, ya wajar saja, kan biar jadi anak emas bosnya. Statement beliau perlu diluruskan," imbuh Fauzan.

Sebelumnya diketahui, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) terpilih menjadi Ketum PBNU periode 2021-2026. Terpilihnya Gus Yahya dinilai akan memberi efek politik bagi elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Tokoh muda NU, Nusron Wahid, menganggap hal itu bisa terjadi karena Gus Yahya dan Airlangga mempunyai hubungan emosional dan persahabatan yang panjang.

"Beliau berdua sama-sama aktivis di kampus UGM tahun 1980-an. Apalagi Gus Yahya mempunyai komitmen yang kuat untuk menjaga jarak yang sama dengan kekuatan politik mana pun. Tidak akan ada partai yang menjadi anak emas NU di bawah kepemimpinan Gus Yahya," kata Nusron, Sabtu (25/12/2021). (sun/bdh)