Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Dinilai Beri Efek Elektabilitas ke Airlangga

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Des 2021 10:25 WIB
Said Aqil dan Yahya Staquf.
Suasana Muktamar ke-34 NU (Kanavino/detikcom)
Lampung -

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) terpilih menjadi Ketum PBNU periode 2021-2026. Terpilihnya Gus Yahya dinilai akan memberi efek politik bagi elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Tokoh muda NU, Nusron Wahid, menganggap hal itu bisa terjadi karena Gus Yahya dan Airlangga mempunyai hubungan emosional dan persahabatan yang panjang.

"Beliau berdua sama-sama aktivis di kampus UGM tahun 1980-an. Apalagi Gus Yahya mempunyai komitmen yang kuat untuk menjaga jarak yang sama dengan kekuatan politik mana pun. Tidak akan ada partai yang menjadi anak emas NU di bawah kepemimpinan Gus Yahya," kata Nusron, Sabtu (25/12/2021).

Menurut Nusron, positioning PBNU yang diputuskan Gus Yahya berpotensi menguntungkan Airlangga yang sedang bersiap-siap menjadi calon presiden (capres) 2024.

"Berkali-kali Gus Yahya mengatakan tidak akan ada calon presiden atau calon wakil presiden dari PBNU. Tapi tetap membantu warga NU yang ingin berkarier di jabatan publik, termasuk capres atau cawapres. Tapi PBNU-nya tidak boleh ikut menjadi pihak yang bertarung dan kompetisi," ungkap Nusron.

Kondisi ini, kata Nusron, menguntungkan buat Airlangga. Karena, selain sebagai Ketum Partai Golkar, beliau juga keluarga besar NU.

"Daya terima dan daya setrum Airlangga Hartarto di kalangan grass root nahdliyin sangat kuat dan mengakar. Apalagi dia sebagai keturunan Kiai Ageng Gribig, tokoh penyebar Islam pada zaman Kerajaan Mataram," kata Nusron, yang juga politikus Golkar.

Menurutnya, terpilihnya Gus Yahya sebagai Ketum PBNU akan menguntungkan Airlangga. Apalagi Airlangga juga sangat dekat dengan Gus Yahya, dan sudah saling mengenal sejak di mahasiswa.

"Pasti nanti Gus Yahya dan Airlangga Hartarto runtang-runtung ke basis-basis NU. Tentunya dalam konteks pemberdayaan masyarakat, dalam kapasitas sebagai Menko Perekonomian dan program-program ekonomi mikro dan ultramikro yang menjadi basis garapan warga NU," tuturnya.

Diketahui, dalam Muktamar ke-34 NU ini, KH Yahya Cholil Staquf mendapatkan 337 suara, sementara KH Said Aqil Siroj mendapatkan 210 suara.

Dalam Muktamar NU ini, KH Miftachul Akhyar juga ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026.

Simak video 'Gus Yahya Jadi Ketum PBNU, Pengamat: Bisa Jauhkan NU dari Politik Pragmatis':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/idh)