Warga Surabaya Dilarang Rayakan Pesta dan Perayaan Malam Tahu Baru

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 16:27 WIB
SE Wali Kota Surabaya soal malam nataru
SE Wali Kota Surabaya soal malam Nataru (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya - Kegiatan warga Surabaya dibatasi saat Natal dan tahun baru. Hal ini tertuang dalam SE Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi No. 443.2/15424/436.8.4/2021 tentang PPKM Level 1 COVID-19 serta pencegahan dan penanggulangan COVID-19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

SE yang ditandatangani oleh Wali Kota Eri itu ditujukan kepada pimpinan/pengurus gereja, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggungjawab tempat usaha dan/atau fasilitas umum se-Surabaya, Ketua RT/RW dan LPMK, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, camat dan lurah Surabaya.

Eri mengatakan beberapa pointer penting dalam SE tersebut. Yaitu untuk pelaksanaan perayaan tahun baru tahun 2022 dan tempat perbelanjaan mal, maka jam operasional pusat perbelanjaan dan mal dimulai pukul 09.00-21.00 waktu setempat untuk mencegah kerumunan.

"Dan harus melakukan pembatasan dengan jumlah pengunjung tidak melebihi 75 persen dari kapasitas total pusat perbelanjaan dan mal serta penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat," kata Eri, Kamis (23/12/2021).

Aplikasi PeduliLindungi juga harus digunakan pada saat masuk dan keluar dari mal/pusat perbelanjaan. Pihak mal juga diminta meniadakan event perayaan Nataru di pusat perbelanjaan dan mal, kecuali pameran UMKM.

"Kegiatan makan dan minum di dalam pusat perbelanjaan/mal dapat dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 75% (tujuh puluh lima persen) dengan penerapan protocol kesehatan yang lebih ketat," jelasnya.

Selain itu, kegiatan perayaan tahun baru juga dilarang. Seperti pawai dan arak-arakan tahun baru, serta pelarangan acara old and new year, baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Oleh karena itu, perayaan tahun baru tahun 2022 dilakukan masing-masing atau bersama keluarga. Kemudian menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan. (iwd/iwd)