Wali Kota Eri Cahyadi Beri PR Kepada Pejabat yang Baru Dimutasi

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 20 Des 2021 21:31 WIB
wali kota surabaya eri cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah melakukan mutasi kepada 17 pejabat di Pemkot Surabaya. Mereka akan mulai menjalankan tugas di bidang baru pada Januari 2022. Eri memberikan sejumlah PR kepada para pejabat baru.

Eri mengatakan dirinya ingin pejabat pemkot baru ini bisa lebih mengenal masyarakat. Mulai dari pendidikan hingga kondisi kesehatan warga Surabaya.

"Di bidang pendidikan dan kesehatan, maka harus jauh lagi lebih mengenal masyarakat. Di Surabaya tidak ada lagi orang miskin yang tidak dapat bantuan," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Senin (20/12/2021).

"Saya harap gak ada bayi stunting, gizi buruk, anak putus sekolah di surabaya, tidak ada lagi orang yang tidak bisa berobat," tambahnya.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya mengatakan untuk mewujudkan beberapa PR tersebut, maka ada satu hal yang harus dilakukan para pejabat baru. Yaitu memiliki data kuat yang ada di masyarakat.

"Kalau data kuat sudah ada, kepala OPD bersama camat dan lurah harus bergerak. Jadi lurah sampai kepala OPD itu bukan orang-orang buangan. Semuanya harus jadi satu rangkaian," jelasnya.

Eri memberi waktu 1 tahun bagi para pejabat yang dilantik untuk membuktikan kinerjanya sebagai pejabat baru Pemkot Surabaya. Akan tetapi, jika belum menuntaskan, diberikan waktu lagi selama 6 bulan dan total 1 tahun 6 bulan.

"Kalau 1 tahun tidak tercapai output dan outcome-nya, maka kita lakukan evaluasi 6 bulan," ujarnya.

Eri memastikan bahwa segala macam perizinan yang diajukan warga dapat dilakukan secara digital. Kemudian ketika berkas yang diajukan tak segera rampung, warga bisa langsung mengajukan laporan melalui aplikasi WargaKu.

"Kalau masih ada orang yang tanya secara langsung ke dinas berarti pemerintahan saya gak jalan. Harusnya dia (warga) gak ke dinas sosial, tapi dinas sosial yang harusnya menugaskan stafnya di kelurahan. Jadi warga itu harus dapat solusi, kalau gak dapat solusi 1 kali, 2 kali sampai batas tertentu ya wassalam, ngono ae. Saya gak ngangkat bukan karena suka tidak suka, tapi menjadikan seorang pemimpin itu karena kinerjanya sendiri," pungkas Eri. (iwd/iwd)