Jokowi Bagi Kaos dan Buku ke Warga Bojonegoro Saat Melintas Menuju Ngawi

Ainur Rofiq - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 18:22 WIB
jokowi membagi kaos dan buku saat melintas di bojonegoro
Jokowi membagi kaos dan buku ke warga Bojonegoro di pinggir jalan (Foto: Ainur Rofiq)
Bojonegoro - Usai meresmikan Bandara Ngloram di Blora, Presiden Jokowi beranjak menuju ke Ngawi untuk meresmikan Pasar Besar Ngawi. Dari Blora ke Ngawi, Jokowi melewati Bojonegoro.

Warga Bojonegoro menunggu rombongan Jokowi di jalan yang dilewati. Antusias warga ingin melihat Presiden Jokowi yang melintasi jalur Bojonegoro-Ngawi nampak terlihat.

Warga yang telah menunggu di pinggir jalan di rute Padangan-Ngawi nampak antusias dan melambaikan tangan ke arah mobil sedan Indonesia 1 yang ditumpangi Jokowi.

Lambaian tangan warga Bumi Angling Darmo itu mendapat perhatian dari Presiden. Mobil yang ditumpangi Jokowi lantas memelan. Dari dalam mobil terlempar kaos dan buku pelajaran sekolah kepada warga di pinggir jalan.

Sontak saja mereka para anak-anak dan remaja yang melihat bungkusan kaos dan buku itu langsung bergegas merebut mengambilnya.

Perjalanan Jokowi dari Blora menuju Ngawi mendapat pengamanan jalur yang ketat. Sebanyak 500 personel aparat gabungan dilibatkan dalam kegiatan ini.

Pengamanan rute kunker Presiden RI melibatkan personel gabungan yakni anggota polsek jajaran rayon Bojonegoro barat, Satlantas, Intelkam, Reskrim, Kodim 0813/Bojonegoro, Dishub, Satpol PP. Mereka ditempatkan pada jalur yang akan dilintasi rombongan Jokowi.

Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia mengatakan pihaknya melakukan pengamanan rute yang dilewati Presiden Jokowi dan rombongan dari Bandara Ngloram Cepu, Blora, Jawa Tengah yang berbatasan dengan Kecamatan Padangan Bojonegoro, Jawa Timur yang akan menuju ke Ngawi.

"Kalau dari Polres Bojonegoro melibatkan 250 personel yang kita plotting di penggal-penggal jalan dan di titik-titik strategis jalur yang dilewati rombongan Presiden RI hingga ke perbatasan Bojonegoro-Ngawi. Pengamanan rute berjalan lancar dan aman," jelas Pandia. (iwd/iwd)