Round-Up

Air Mata Bahagia Stella di Kasus Pencemaran Nama Baik Klinik Kecantikan Surabaya

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 09:26 WIB
Stella Monica Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Klinik Kecantikan Divonis Bebas
Stella Monica (Foto file: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

Air mata bahagia Stella Monica Hendrawan pecah divonis bebas hakim pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Hakim menilai Stella tidak terbukti melakukan pencemaran nama baik klinik kecantikan di Surabaya.

"Membebaskan Stella Monica Hendrawan dari dakwaan umum. Memulihkan hak hak terdakwa dalam kedudukan harkat martabatnya," kata Ketua Hakim Supriyadi saat membacakan amar putusan di ruang Candra PN Surabaya, Selasa (14/12/2021).

Putusan hakim ini tak sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut Stella dengan 1 tahun penjara. Jaksa juga menuntut denda Rp 10 juta subsider 2 bulan penjara. Setelah sidang, Stella langsung dipeluk ibunya yang juga hadir. Suasana haru bercampur bahagia pun terjadi di sini.

"Puji Tuhan saya dinyatakan bebas. Dan terima kasih hakim Pengadilan Negeri Surabaya sudah menyatakan saya sudah tidak terbukti melakukan pencemaran nama baik ataupun penghinaan kepada Klinik L'Viors," ucap Stella.

Hampir 2 tahun Stella harus menghadapi kasus yang menjeratnya itu. Usai dinyatakan bebas, Stella terus menangis kemudian keluar ruang sidang dan menemui massa pendukungnya di luar PN Surabaya. Mereka sengaja hadir untuk mendampingi Stella saat sidang dengan agenda pembacaan vonis sejak siang.

Di atas mobil komando, Stella mengaku bersyukur bisa lolos dari kasus kriminalisasi yang dihadapi. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pendukungnya dan majelis hakim PN Surabaya yang telah berlaku adil kepada dirinya.

"Terima kasih teman-teman semua, saya percaya bahwa hakim mempunyai hati nurani dan keadilan untuk saya dan dikriminalisasi sudah hampir dua tahun oleh klinik L'Viors," ujar Stella saat memberikan sambutan kepada pendukungnya.

Kasus Stella ini bermula gegara curhatannya pada Desember 2019. Saat itu, dia mengeluhkan layanan Klinik L'Viors yang tak sesuai harapannya melalui postingan di media sosial, Instagram.

Tak terima dengan postingan Stella, pihak L'Viors kemudian mengirim somasi pada 21 Januari 2020. Dalam somasinya, Stella harus melakukan permintaan maaf di media massa setengah halaman dalam tiga kali penerbitan.

Namun permintaan itu, dianggap terlalu berat oleh Stella karena butuh dana yang besar. Stella sendiri telah berinisiatif mengunggah video permintaan maaf di media sosial. Namun pihak Klinik L'VIORS meminta menghapusnya.

Simak juga 'Momen Sujud Syukur Valencya Usai Divonis Bebas di Kasus 'Omeli Suami Mabuk'':

[Gambas:Video 20detik]