Stella Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Klinik Kecantikan Divonis Bebas

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 15:28 WIB
Stella Monica Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Klinik Kecantikan Divonis Bebas
Stella divonis bebas (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya - Stella Monica Hendrawan, pasien klinik kecantikan di Surabaya divonis bebas hakim pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Hakim menilai Stella tidak terbukti melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan.

"Membebaskan Stella Monica Hendrawan dari dakwaan umum. Memulihkan hak hak terdakwa dalam kedudukan harkat martabatnya," kata Ketua Hakim Supriyadi saat membacakan amar putusan di ruang Candra PN Surabaya, Selasa (14/12/2021).

Putusan hakim tersebut tidak sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut Stella dengan 1 tahun penjara. Tak hanya itu, jaksa juga menuntut denda sebesar Rp 10 juta subsider 2 bulan penjara.

Tangis bahagia Stella langsung pecah usai dinyatakan bebas dari dakwaan. Setelah sidang, Stella langsung dipeluk ibunya yang juga hadir di ruang sidang.

"Puji Tuhan saya dinyatakan bebas. Dan terima kasih hakim Pengadilan Negeri Surabaya sudah menyatakan saya sudah tidak terbukti melakukan pencemaran nama baik ataupun penghinaan kepada Klinik L'Viors," ucap Stella.

Kasus Stella ini bermula gegara curhatannya pada Desember 2019. Saat itu, dia mengeluhkan layanan Klinik L'Viors yang tak sesuai harapannya melalui postingan di media sosial, Instagram.

Tak terima dengan postingan Stella, pihak L'Viors kemudian mengirim somasi pada 21 Januari 2020. Dalam somasinya, Stella harus melakukan permintaan maaf di media massa setengah halaman dalam tiga kali penerbitan.

Namun permintaan itu, dianggap terlalu berat oleh Stella karena butuh dana yang besar. Stella sendiri telah berinisiatif mengunggah video permintaan maaf di media sosial. Namun pihak L'VIORS meminta menghapusnya.

Dianggap tidak merespon somasi, pada 7 Oktober 2020, Polda Jatim menetapkan Stella sebagai tersangka. Berkas Stella ini dilimpahkan ke kejaksaan dan mulai menjalani sidang pada 22 April 2021.

Dalam sidang perdananya, Stella didakwa melanggar Pasal 27 Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 3 UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang UU ITE.

Lihat juga video 'Polisi Bongkar Praktik Dokter-Klinik Kecantikan Ilegal di Jaktim':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)