Penantian 2 Tahun Stella di Kasus Pencemaran Nama Baik Klinik Kecantikan

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 18:45 WIB
Stella Monica Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Klinik Kecantikan Divonis Bebas
Stella berurai air mata divonis bebas (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya - Stella Monica Hendrawan, pasien klinik kecantikan di Surabaya terjerat kasus pencemaran nama baik divonis bebas. Hampir 2 tahun Stella harus menghadapi kasus yang menjeratnya itu.

Usai dinyatakan bebas, sambil terus menangis Stella kemudian keluar ruang sidang dan menemui massa pendukungnya di luar PN Surabaya. Mereka sengaja hadir untuk mendampingi Stella saat sidang dengan agenda pembacaan vonis sejak siang.

Di atas mobil komando, Stella mengaku bersyukur bisa lolos dari kasus kriminalisasi yang dihadapi. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pendukungnya dan majelis hakim PN Surabaya yang telah berlaku adil kepada dirinya.

"Terima kasih teman-teman semua, saya percaya bahwa hakim mempunyai hati nurani dan keadilan untuk saya dan dikriminalisasi sudah hampir dua tahun oleh klinik L'Viors," ujar Stella saat memberikan sambutan kepada pendukungnya dari atas mobil komando, Selasa (14/12/2021).

Kasus Stella ini bermula gegara curhatannya pada Desember 2019. Saat itu, dia mengeluhkan layanan Klinik L'Viors yang tak sesuai harapannya melalui postingan di media sosial, Instagram.

Tak terima dengan postingan Stella, pihak L'Viors kemudian mengirim somasi pada 21 Januari 2020. Dalam somasinya, Stella harus melakukan permintaan maaf di media massa setengah halaman dalam tiga kali penerbitan.

Namun permintaan itu, dianggap terlalu berat oleh Stella karena butuh dana yang besar. Stella sendiri telah berinisiatif mengunggah video permintaan maaf di media sosial. Namun pihak L'VIORS meminta menghapusnya.

Dianggap tidak merespon somasi, pada 7 Oktober 2020, Polda Jatim menetapkan Stella sebagai tersangka. Berkas Stella ini dilimpahkan ke kejaksaan dan mulai menjalani sidang pada 22 April 2021.