Pengacara Klinik Sempat Tawarkan Biaya Minta Maaf di Media Cetak ke Stella

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 20:42 WIB
Stella Monica Hendrawan, pasien klinik kecantikan di Surabaya jalan sidang
Foto: Istimewa
Surabaya -

Klinik L'viors Surabaya menyebut sempat membuka mediasi berkali-kali sebelum melayangkan somasi kepada Stella Monica. Meski demikian, mediasi selalu menemui jalan buntu karena Stella tetap ingin melanjutkan perkara di ranah hukum.

Medical Director L'viors, dr Irene Christilia Lee membenarkan usai mediasi buntu, pihaknya melayangkan somasi terhadap Stella. Pada somasi pertama, Stella tidak merespons. Sedangkan pada somasi kedua, Stella dan pihak L'viors kemudian melakukan pertemuan.

Menurut Irene, pertemuan dilakukan di kantor pengacara untuk membahas tuntutan somasi. Pada tuntutan itu Stella harus membuat pernyataan maaf di media cetak selama 3 kali penerbitan.

Namun lagi-lagi, Stella menolaknya. Kali ini, Stella beralasan permintaan maaf di media cetak terlalu mahal. Karena alasan itu, pengacara L'viors bahkan dengan sukarela menawarkan akan membiayai biayanya.

Tawaran itu dimaksudkan agar kasus Stella tak berujung di persidangan dan bisa berakhir damai. Tapi tawaran itu rupanya juga sama ditolak lagi oleh Stella dan keluarganya. Dan lebih memilih jalur hukum hingga persidangan.

"Sampai Pak Kosasih mau bayarin lho. Itu pengacara L'viors mau bayarin Stella buat permintaan maaf di koran itu. Yang penting dari kita, Stella itu minta maaf secara tulus kan. Dan mereka dibilangin Pak Kosasih seperti itu gak mau, ya sudah dilanjutkan," kata Irene kepada detikcom, Rabu (3/11/2021).

"Terakhir di Polda juga begitu, mereka ngomong 'kami berharap hasil yang terbaik di persidangan'. Berarti kan mereka tidak ada niat sama sekali. Sedangkan permintaan dia di luar dia mencoba mediasi berkali-kali, padahal kalau dipikir-pikir sebenarnya itu permintaan mereka," imbuhnya.

Karena hal itu, Klinik L'viors kemudian melayangkan somasi terhadap Stella. Adapun tuntutan somasi itu yakni Stella harus melakukan permintaan maaf setengah halaman di media cetak nasional selama 3 kali penerbitan.

Tuntutan itu, lagi-lagi ditolak oleh Stella. Kali ini Stella beralasan tuntutan permintaan maaf di media cetak membutuhkan biaya yang besar dan tak sanggup dilakukan.

Irene menegaskan, bahwa pihaknya sebenarnya tidak ingin kasus ini berlarut-larut sehingga diperlukan permintaan maaf dari Stella secara resmi. Tuntutan dari klinik juga dianggap sebagai bentuk pertanggungjawaban dari Stella karena dinilai telah membuat fitnah ke Klinik L'viors.

Simak juga 'Banyak Remaja Pelaku Penodaan Agama Dijerat UU ITE':

[Gambas:Video 20detik]