Cerita Mistis Suara Gamelan di Black Spot Jalur Menuju Kawah Ijen

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 20:27 WIB
Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen merupakan destinasi wisata nomer satu di Banyuwangi. Namun untuk sampai ke Kawah Ijen, wisatawan harus melewati black spot atau titik rawan kecelakaan.
Black spot di jalur menuju Kawah Ijen/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Tiga black spot di jalur menuju TWA Kawah Ijen Banyuwangi dikenal angker. Di black spot Sengkan Saleh misalnya, konon pengendara kerap mendengar suara gamelan.

Sengkan Saleh atau biasa disebut Sengkan Gandrung berada di 9 kilometer dari Jambu, pintu masuk atau gerbang menuju Ijen Via Banyuwangi. Di lokasi ini kerap kali ada suara gamelan ketika masyarakat melintas. Jalur turunan dan berkelok menambah angker lokasi ini.

Sukisman (60), warga lereng Gunung Ijen mengatakan, tanjakan tersebut dinamakan Sengkan Gandrung karena pernah terjadi kecelakaan rombongan gandrung, yang hendak tampil di daerah Sempol Bondowoso. Cerita itu pada zaman Belanda.

"Cerita orang dulu, masih zaman Belanda ada kundangan Gandrung di daerah perkebunan Sempol. Waktu itu masih jalan setapak. Pas di Sengkan gandrung ini, kuda yang dinaiki salah satu penari mati terjatuh. Akhirnya dinamakan Sengkan Gandrung," kata Sukisman kepada detikcom, Jumat (10/12/2021).

Beruntung, kata Sukisman, rombongan itu selamat meski harus meninggalkan kereta kuda yang tak bisa digunakan lagi. Karena kuda penari kereta mati di lokasi angker ini.

"Ini cerita masyarakat. Bisa dipercaya atau tidak. Karena memang lokasi itu sejak zaman Belanda sudah berbahaya. Meski saat ini sudah dikepras beberapa meter. Tidak setinggi dulu," tambahnya.

Sukisman mengaku belum pernah mengalami peristiwa mistis. Padahal sedari muda, ia sering melintasi jalur tersebut untuk bekerja sebagai penambang belerang.

"Kalau saya sendiri tidak pernah. Kalau cerita-cerita orang katanya sering. Saya sendiri waktu muda dulu bekerja mikul belerang. Mulai masih jalan setapak, sampai ada aspal," ungkapnya.

"Kalau ngomong angker, namanya hutan, namanya gunung pasti ada. Di sana juga sering terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa," kata Sukisman.

Oleh sebab itu, saat berada di gunung atau hutan, sudah semestinya seseorang menjaga sikap serta memperbanyak doa. Ada norma-norma yang pantang dilanggar, terutama norma susila.

Lihat juga video 'Jelajahi Alam Indah yang Biasa untuk Sport Tourism':

[Gambas:Video 20detik]