Anak Kiai di Jombang Tersangka Dugaan Pencabulan Gugat Kapolda Jatim

Anak Kiai di Jombang Tersangka Dugaan Pencabulan Gugat Kapolda Jatim

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 20:42 WIB
Pengadilan Negeri Surabaya
Pengadilan Negeri Surabaya/Foto file: Amir Baihaqi/detikcom
Surabaya - Anak kiai di Jombang, MSAT, menggugat Kapolda Jatim. MSAT merupakan tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati.

Gugatan dilayangkan karena penyidikan dan penetapan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pemerkosaan atau pencabulan kepada dirinya, dinilai tidak sah.

Seperti yang tertera di situs sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Surabaya, gugatan tersebut terdaftar dalam nomor 35/Pid.Pra/2021/PN Sby tertanggal 23 November 2021. Adapun pemohon yakni MSAT, sedangkan termohon adalah Kapolda Jatim.

Dalam petitum gugatannya, pemohon menyatakan penetapan dirinya sebagai tersangka dalam penyidikan Ditreskrimum Polda Jatim pada tahun 2020 tidak sah. Untuk itu, pemohon meminta kepada termohon agar membatalkan status tersangka pemohon.

Pemohon juga menuntut kepada Kapolda Jatim agar menghentikan penyidikan atau menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan (SP-3). Tak hanya itu, pemohon juga menuntut ganti rugi kepada termohon sebesar Rp 100 juta serta memulihkan nama baiknya.

"Memerintahkan kepada termohon untuk membayar ganti kerugian kepada pemohon sebesar Rp 100 juta. Memulihkan hak pemohon dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya," demikian kutipan petitum di SIPP Pengadilan Negeri Surabaya yang dilihat detikcom, Rabu (8/12/2021).

Sebelumnya, kasus ini berawal dari dugaan pencabulan santriwati oleh anak Kiai di Jombang, MSAT. Korban pun melaporkan ke polisi pada 29 Oktober 2019. Lalu, pelaku sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Jombang sejak tanggal 12 November 2019.

Kasus ini pun akhirnya diambil alih oleh Polda Jatim sejak 15 Januari 2020. Namun hingga kini, kasusnya hanya jalan di tempat. Tak hanya itu, meski telah berstatus tersangka, pelaku tak pernah dilakukan penahanan bahkan pemeriksaan. (sun/bdh)