Kasus Dugaan Pencabulan Oleh Anak Kiai Tak Kunjung Usai, Korban Mengaku Lelah

Kasus Dugaan Pencabulan Oleh Anak Kiai Tak Kunjung Usai, Korban Mengaku Lelah

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 11:24 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Foto: Andhika Akbarayansyah
Surabaya - Kasus dugaan pencabulan oleh anak Kiai di Jombang, MSAT, kepada santriwatinya tak kunjung usai. Korban mengaku lelah melihat penanganan polisi yang terkesan mengistimewakan pelaku. Namun, korban tetap optimis polisi akan profesional dalam menangani kasus ini.

Hal ini diungkapkan pendamping korban, Ana Abdillah. Ana mengatakan kadang korban juga merasa lelah, namun teman-teman LBH hingga LPSK terus memberikan semangat dan membantu mengawal kasus ini. Korban pun akhirnya mulai semangat dan merasa tidak sendiri.

"Jangankan saya, korban pribadi merasa lelah, tapi alhamdulillah dia selalu optimis karena dia tidak merasa sendiri. Banyak kawan-kawan empati dan terus mengawal kasus ini baik di Jombang maupun Surabaya," kata Ana kepada detikcom di Surabaya, Jumat (2/10/2020).

Ana menambahkan saat ini pihaknya cukup kesulitan mencari tahu sejauh mana penanganan kasus dugaan pencabulan ini. Karena, informasi yang didapatkan oleh tim kuasa hukum dari penyidik sangat minim. Korban sempat menanyakan perkembangan kasusnya namun tidak mendapatkan respons.

"Awalnya pada saat audiensi, disepakati penyidik akan lebih terbuka informasinya kepada korban maupun pada tim penasihat hukum. Tapi pasca itu juga tidak kemudian dijalankan. Beberapa kali korban menanyakan perkembangan kasusnya juga tidak direspons," ungkap Ana.

Melihat hal ini, Ana mengaku masih merumuskan apa langkah selanjutnya. Dia juga ingin membangun komunikasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengetahui kejelasan kasusnya.

"Kami juga masih meraba-raba langkah selanjutnya apa. harapannya berkas bisa langsung dikirim ke kejaksaan. Kan kalau sampai di P19 (dikembalikan karena tidak lengkap) ketiga kalinya kan sudah menunjukkan tidak seriusnya penyidik Polda Jatim. Kita menuntut profesionalitas penyidik. Hal yang dilakukan ke depan adalah membangun komunikasi dengan JPU yang penting untuk dilakukan," tandasnya.

Sebelumnya, kasus ini berawal pada dugaan pencabulan yang dilakukan anak Kiai di Jombang, MSAT pada santriwatinya. Korban pun melaporkan ke polisi pada 29 Oktober 2019. Lalu, pelaku sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Jombang sejak tanggal 12 November 2019.

Kasus ini pun akhirnya diambil alih oleh Polda Jatim sejak 15 Januari 2020. Namun hingga kini, berkas kasusnya masih dilengkapi oleh penyidik, setelah dikembalikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) karena dinyatakan belum lengkap. (hil/iwd)